Beranda Kutai Timur Calhaj Kutim Diminta Maksimalkan Manasik dan Luruskan Niat Ibadah

Calhaj Kutim Diminta Maksimalkan Manasik dan Luruskan Niat Ibadah

75 views
0

Bupati Ardiansyah menghadiri kegiatan manasik haji Kutim. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan seluruh calon jemaah haji (Calhaj) agar memaksimalkan pelaksanaan manasik sebagai bagian penting dalam menyempurnakan ibadah haji. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan manasik haji di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kutim, Sabtu (4/4/2026).

Dalam sambutannya, Ardiansyah menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan ibadah yang harus dilaksanakan secara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk menyempurnakan ibadah haji dan umrah.

“Ketika kita sudah diberikan kesempatan untuk berhaji, maka kewajiban kita adalah menyempurnakannya. Ini bukan hal sederhana, karena mencakup kesiapan fisik, mental, serta pemahaman manasik yang baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar seluruh jemaah tidak menganggap remeh kegiatan manasik haji. Menurutnya, manasik merupakan sarana penting untuk mempersiapkan diri sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci, termasuk dalam memahami tata cara pelaksanaan rukun dan wajib haji secara benar.

Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti pentingnya kesiapan fisik. Ia menyebut bahwa aktivitas ibadah haji, seperti tawaf dan sa’i, membutuhkan stamina yang kuat. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk rutin melakukan latihan fisik, seperti berjalan kaki dalam jarak tertentu setiap hari.

“Latihan fisik itu penting, karena kondisi di Makkah nanti menuntut kekuatan. Jangan dianggap sepele, karena itu bagian dari upaya menyempurnakan ibadah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim telah berupaya menyediakan fasilitas pendukung manasik, seperti miniatur Ka’bah dan lintasan sa’i di kawasan Masjid Agung Al Faruq. Namun, ia menilai fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyempurnakan fasilitas tersebut melalui pembangunan kawasan Islamic Center yang lebih representatif.

Diharapkan, fasilitas ini dapat digunakan secara maksimal oleh calon jemaah haji untuk latihan manasik secara mandiri.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berhaji. Ia menegaskan bahwa ibadah haji harus dilaksanakan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mencari gelar atau kebanggaan.

“Haji itu bukan untuk gagah-gagahan atau sekadar mendapat gelar. Semua harus diniatkan karena Allah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan sejak dini, mengingat adanya beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui, baik sebelum keberangkatan maupun saat tiba di Arab Saudi.

Selain itu, jemaah diminta memanfaatkan keberadaan petugas haji yang telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, para petugas memiliki tanggung jawab utama untuk melayani jemaah, sehingga komunikasi yang baik sangat diperlukan selama pelaksanaan ibadah.

Di akhir sambutannya, Ardiansyah berharap seluruh jemaah haji Kutim dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga meminta jemaah untuk turut mendoakan daerah agar senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan.

“Saya juga titip doa agar Kutim selalu diberi keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan oleh Allah SWT,” tutupnya.(kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini