Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meninjau jalan poros nasional Simpang Perdau.Foto: Bahtiar/Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meninjau langsung proyek peningkatan infrastruktur jalan poros nasional di kawasan Simpang Perdau, Senin (4/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur pengalihan utama yang kini telah memasuki tahap akhir sebelum resmi dioperasikan untuk masyarakat umum.
Jalur pengalihan sepanjang kurang lebih 22 kilometer tersebut dibangun secara permanen. Jalur ini dinilai memegang peranan vital sebagai penghubung strategis antar-kabupaten dan antar-kecamatan di wilayah Kabupaten Kutim.
Proyek infrastruktur jalan pengalihan permanen ini merupakan hasil kerja sama dengan sektor swasta, yakni dibangun oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Adapun pengerjaan teknis di lapangan dipercayakan kepada PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana.


Hingga saat ini, proyek semenisasi jalan tersebut telah rampung 100 persen. Dengan peningkatan kualitas menjadi jalan permanen, infrastruktur ini diharapkan memiliki ketahanan yang lebih baik, menjamin keamanan pengendara, serta mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa keberadaan jalur ini sangat krusial dalam mendukung konektivitas wilayah, baik bagi mobilitas warga maupun aktivitas sektor industri. Kendati konstruksi fisik telah selesai sepenuhnya, ia menginstruksikan agar standar keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
“Kita ingin memastikan bahwa jalan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kutai Timur. Selain itu, aspek keselamatan terutama pemasangan rambu dan kenyamanan pengguna jalan juga harus menjadi prioritas sebelum jalan ini diresmikan,” ujar Ardiansyah di sela-sela peninjauan.

Melalui komitmen sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutim dan pihak swasta dalam membangun infrastruktur strategis, kehadiran jalan permanen ini diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat luas.(kopi7/kopi13)
































