Kepala BPS Kutim, Widiyantono. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) terkait Standar Pelayanan Publik dan literasi statistik indikator makro daerah, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi.
FGD ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan publik BPS, sekaligus memastikan standar layanan yang diterapkan relevan dengan kebutuhan pengguna data. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi dan penyerapan masukan dari berbagai pihak.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, menyampaikan bahwa FGD tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Perangkat Daerah (PD), kalangan akademisi, hingga wartawan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menghimpun masukan dari stakeholder, sekaligus meningkatkan literasi data terkait indikator makro yang dihasilkan BPS, yang mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi akses data BPS, yang tidak hanya tersedia melalui tabel dinamis di website, tetapi juga dalam bentuk buku publikasi yang dapat diunduh secara mandiri oleh pengguna.
Dalam kesempatan itu, BPS menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan data. Seluruh data statistik yang dimiliki dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga instansi pemerintah untuk kebutuhan perencanaan pembangunan.
Untuk mendukung hal tersebut, BPS menyediakan layanan Pelayanan Statistik Terpadu (PST) sebagai ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam memahami data. Selain itu, BPS juga membuka diri terhadap kritik dan saran, baik terkait fasilitas pelayanan maupun kemudahan akses data.

“Hasil FGD ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan serta mengembangkan inovasi agar penyampaian informasi statistik semakin optimal dan mudah dijangkau,” tambah Widiyantono.
Dalam sesi pemaparan, salah satu staf BPS juga memperkenalkan pengembangan website terbaru yang memudahkan pengguna dalam mengakses dan membandingkan data antarwilayah di Kalimantan Timur.
Melalui platform tersebut, data disajikan tidak hanya dalam bentuk tabel, tetapi juga grafik yang lebih informatif, lengkap dengan penjelasan sederhana untuk membantu interpretasi. Pengguna juga dapat melakukan konsultasi statistik secara langsung, baik melalui layanan tatap muka di PST, WhatsApp, maupun janji temu daring melalui Zoom.

Adapun indikator yang disajikan dalam platform tersebut mencakup lima kelompok utama, yakni ekonomi, kependudukan dan ketenagakerjaan, sosial, pembangunan manusia, serta gender. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 20 indikator yang difokuskan pada kebutuhan data strategis pemerintah daerah.
BPS berharap, melalui kegiatan ini, pemanfaatan data statistik dapat lebih optimal, baik oleh pemerintah daerah, akademisi, maupun media, dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis data.(kopi17/kopi13/kopi3)
































