Beranda Infrastruktur Rumah Jadi Layak, Harapan Warga Teluk Pandan Tumbuh Bersama BAZNAS Kutim

Rumah Jadi Layak, Harapan Warga Teluk Pandan Tumbuh Bersama BAZNAS Kutim

7 views
0

Samsia dan Burhanuddin, penerima bantuan rehabilitasi rumah layak huni dari BAZNAS. Foto: Habibah Pro Kutim

TELUK PANDAN – Bagi Samsia dan Burhanuddin, rumah bukan semata bangunan berdinding papan atau beratap seng. Rumah adalah pangkuan ketenteraman, ruang pulang bagi keluarga, sekaligus penanda martabat hidup yang selama ini nyaris tergerus oleh keadaan. Bertahun-tahun keduanya tinggal dalam hunian yang jauh dari kata layak. Atap bocor, dinding rapuh, serta lantai yang tak lagi memberi rasa aman ketika musim hujan datang. Harapan itu perlahan menemukan muaranya pada Selasa (26/5/2026), ketika program rehabilitasi rumah layak huni dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutai Timur (Kutim) diserahkan di Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan. Program tersebut menjadi ikhtiar pemanfaatan dana zakat yang tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan diarahkan untuk memperbaiki mutu kehidupan warga dalam rentang panjang.

Di tengah suasana sederhana desa yang dilingkari kawasan perkebunan, wajah Samsia tampak menahan haru. Perempuan itu mengaku tak pernah membayangkan rumah yang selama ini ditempatinya akhirnya memperoleh perhatian dari pemerintah daerah bersama BAZNAS Kutim.

“Terima kasih kepada Pemkab dan BAZNAS Kutim yang sudah membantu rehab rumah kami. Kami sangat bahagia dan terharu karena merasa lebih diperhatikan,” ujarnya.

Sebelum direhabilitasi, rumah tersebut kerap menjadi sumber kecemasan, terutama saat hujan turun pada malam hari. Air merembes dari celah atap, sementara bagian bangunan lain mulai lapuk dimakan usia. Keadaan itu membuat aktivitas sehari-hari berlangsung dalam keterbatasan. Perasaan serupa disampaikan Burhanuddin. Baginya, hunian yang aman menghadirkan keteduhan batin bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenteram.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga semua pihak yang sudah membantu diberikan kesehatan dan keberkahan,” katanya.

Program rehabilitasi rumah yang dijalankan BAZNAS Kutim menjadi cermin perubahan arah pengelolaan dana zakat yang kini semakin diarahkan pada program produktif dan berkelanjutan. Perwakilan BAZNAS Kutim, Abdullah, menjelaskan persoalan tempat tinggal masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama warga yang bermukim di kawasan perkebunan maupun pelosok desa. Menurut Abdullah, sejumlah warga sebelumnya bahkan tinggal di gubuk sederhana yang berdiri di area perkebunan tanpa kepastian hunian yang memadai. Dalam beberapa kasus, relokasi terpaksa dilakukan agar warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan manusiawi.

“Beberapa rumah sebelumnya hanya berupa gubuk sederhana di area perkebunan. Ada dua rumah yang akhirnya direlokasi ke lahan relawan agar penghuninya memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” jelas Abdullah.

Program rehabilitasi rumah tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah Kutim sejak 2024. Khusus di Kecamatan Teluk Pandan, terdapat enam program rehabilitasi rumah pada tahun itu. Langkah tersebut berlanjut pada 2025 melalui kolaborasi antara BAZNAS Kutim dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dengan bantuan lima unit rumah senilai Rp50 juta untuk setiap unit.

Dari jumlah itu, dua unit dialokasikan di Teluk Pandan, sedangkan tiga unit lainnya tersebar di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Muara Wahau. Memasuki 2026, program kembali direalisasikan melalui rehabilitasi dua rumah di Desa Martadinata, masing-masing milik Samsia dan Burhanuddin.

Di balik angka dan program tersebut, tersimpan persoalan sosial yang lebih luas, masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan hunian di tengah geliat pembangunan daerah. Karena itu, rehabilitasi rumah tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, melainkan juga pemulihan rasa percaya diri masyarakat yang selama ini hidup di tepian kemakmuran.

Selain program rumah layak huni, BAZNAS Kutim juga menjalankan beasiswa pendidikan bagi pelajar kurang mampu, khususnya sekolah berbasis keagamaan. Abdullah menuturkan bantuan pendidikan itu dirancang agar tidak hanya menutup kebutuhan biaya sekolah, tetapi turut menopang lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.

“Program beasiswa ini kami arahkan agar tidak sekadar membantu biaya sekolah, tetapi juga mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas,” tambahnya.

Melalui program rehabilitasi rumah, beasiswa pendidikan, serta pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah secara berkelanjutan, BAZNAS Kutim berupaya menghadirkan manfaat yang lebih membumi bagi masyarakat. Di Teluk Pandan, bantuan itu bukan hanya memperbaiki dinding rumah yang rapuh, melainkan juga menegakkan kembali harapan warga untuk hidup lebih layak pada hari-hari mendatang. (kopi10/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini