Beranda Kutai Timur Ditanami 6.000 Melon, Teluk Pandan Didorong Jadi Sentra Hortikultura

Ditanami 6.000 Melon, Teluk Pandan Didorong Jadi Sentra Hortikultura

14 views
0

Penanaman bibit melon oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman. Foto: Habibah/Dewi Pro Kutim

TELUK PANDAN – Di sebuah hamparan lahan di Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan, ribuan bibit melon mulai ditanam pada Selasa (26/5/2025). Tanah yang sebelumnya hanya dipandang sebagai bentang kebun biasa perlahan dipersiapkan menjadi kawasan hortikultura baru di Kutai Timur (Kutim). Sebanyak 6.000 bibit melon ditancapkan ke guludan tanah oleh kelompok tani bersama pemerintah daerah, di tengah ikhtiar memperkuat ketahanan pangan dan membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Langkah itu memperlihatkan arah pembangunan pertanian yang mulai bergeser. Pemkab Kutim tidak hanya menaruh perhatian pada komoditas perkebunan berskala besar, melainkan mulai mendorong tanaman hortikultura yang memiliki masa panen lebih singkat dan nilai jual yang dianggap kompetitif di pasaran.

Di kawasan yang dikelilingi jalan tanah dan hamparan kebun itu, warga tampak berbaur dengan pejabat daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Camat Teluk Pandan Anwar, anggota DPRD Dapil 2 Haji Saiful, unsur Forkopimcam, jajaran TNI dan Polri, perwakilan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sawit Mandiri Sejahtera.

Bagi masyarakat desa, melon bukan hanya ihwal buah dengan rasa manis dan kadar air tinggi. Komoditas itu dipandang sebagai peluang ekonomi baru yang lebih tangkas menghasilkan pendapatan. Masa tanam yang relatif singkat dinilai memberi kesempatan kepada petani untuk mempercepat perputaran hasil usaha dibanding sebagian komoditas perkebunan tahunan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan penguatan sektor pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Menurut dia, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan melalui pengembangan komoditas pertanian yang produktif dan bernilai ekonomi.

“Program pangan Presiden harus kita jalankan. Swasembada beras dan jagung serta pengembangan sektor pertanian menjadi agenda penting demi meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Ardiansyah.

Ia menilai pengembangan hortikultura dapat menjadi jalan pembuka bagi terciptanya lapangan kerja baru di kawasan pedesaan. Dalam beberapa tahun terakhir, pertanian modern mulai menarik minat generasi muda yang sebelumnya enggan bersentuhan dengan dunia tani. Pola budidaya hortikultura dianggap lebih progresif, produktif, dan memberi peluang ekonomi yang lebih cepat dirasakan masyarakat.

Selain berpotensi meningkatkan penghasilan warga, pengembangan tanaman hortikultura juga dipandang mampu memperkuat daya tahan pangan daerah dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah berharap desa-desa di Kutim tidak hanya bertumpu pada satu jenis komoditas, tetapi memiliki keragaman produksi pertanian yang lebih kukuh.

Camat Teluk Pandan Anwar mengatakan pengembangan pertanian produktif tidak dapat berjalan tanpa dukungan infrastruktur dan pendampingan berkelanjutan. Menurut dia, akses jalan menuju lahan pertanian masih menjadi tantangan, terlebih ketika musim hujan membuat jalur distribusi berlumpur dan sulit dilalui.

Meski demikian, ia menyebut kelompok tani di wilayahnya tetap menunjukkan ikhtiar kolektif melalui gotong royong memperbaiki akses menuju kawasan pertanian. Semangat seperti itu, menurut Anwar, menjadi modal penting dalam membangun kawasan agraria yang lebih maju dan berdaya tahan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi berlanjut sampai pemasaran dan penguatan kelompok tani,” kata Anwar.

Kunjungan kerja tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan rumah layak huni kepada masyarakat dan panen semangka bersama warga. Pemerintah daerah mencoba menautkan pembangunan ekonomi dengan peningkatan kesejahteraan sosial secara beriringan.

Di sela kegiatan, Kepala Gapoktan Sawit Mandiri Sejahtera Sunyoto mengatakan pengembangan melon menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas sumber pendapatan petani desa. Menurut dia, sektor hortikultura memiliki prospek besar karena masa panennya lebih cepat dibanding sebagian tanaman perkebunan lainnya.

Ia menilai pola tanam hortikultura menciptakan perputaran ekonomi yang lebih dinamis bagi masyarakat desa. Petani tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memperoleh hasil panen dan menggerakkan kembali modal usaha mereka.

“Harapannya, petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja. Hortikultura bisa menjadi tambahan sumber penghasilan masyarakat,” ujarnya.

Menjelang akhir kegiatan, penanaman bibit melon dilakukan secara simbolis bersama kelompok tani. Dari lahan yang mulai digarap itu, pemerintah daerah memproyeksikan lahirnya sentra hortikultura baru di Kecamatan Teluk Pandan. Sebuah kawasan yang diharapkan tidak hanya menghasilkan buah panen, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di masa mendatang. (kopi10/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini