Bupati Ardiansyah Sulaiman menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah layak huni dari Pemkab Kutim melalui BAZNAS. Foto: Dewi Pro Kutim
TELUK PANDAN – Di sejumlah sudut kecamatan Kutai Timur (Kutim), rumah-rumah kayu yang renta masih berdiri di tengah kebun dan hamparan lahan pertanian. Sebagian beratap seng kusam, sebagian lain bertiang miring dimakan usia. Pada musim hujan, air mudah merembes ke ruang tidur. Ketika malam turun, hawa lembap dan dingin menjadi sahabat yang tak pernah absen bagi penghuninya. Di tengah kenyataan itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim mulai menggeser orientasi pemanfaatan zakat dari sekadar bantuan sesaat menuju program yang lebih berjangka panjang. Dana zakat, infak, dan sedekah kini diarahkan untuk rehabilitasi rumah layak huni hingga bantuan pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Gagasan itu disampaikan Perwakilan BAZNAS Kutai Timur, Abdullah, saat serah terima simbolis hasil rehabilitasi rumah di Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (26/5/2026).
Menurut Abdullah, program rehabilitasi rumah lahir dari kenyataan yang ditemui langsung di lapangan. Tidak sedikit warga, terutama petani dan masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil, hidup di hunian yang jauh dari kata layak.

“Beberapa rumah sebelumnya hanya berupa gubuk sederhana di area perkebunan. Ada dua rumah yang akhirnya bisa direlokasi ke lahan relawan agar penghuninya memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.
Program tersebut mulai dijalankan bertahap sejak 2024. Di Kecamatan Teluk Pandan, BAZNAS Kutim merealisasikan enam program rehabilitasi rumah pada tahun itu. Sebagian penerima merupakan petani yang sebelumnya bermukim di tengah kebun dengan bangunan seadanya. Rumah, bagi sebagian besar warga pedesaan, bukan hanya tempat bernaung. Ia menjadi penyangga ketenteraman keluarga, ruang bertumbuh anak-anak, sekaligus benteng pertama dari cuaca dan penyakit. Karena itu, menurut Abdullah, program rumah layak huni bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ikhtiar memperbaiki mutu kehidupan masyarakat.
Program tersebut berlanjut pada 2025 melalui kolaborasi BAZNAS Kutim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dari kerja sama itu, Kutim memperoleh bantuan rehabilitasi lima unit rumah dengan nilai Rp50 juta per unit. Dua unit dialokasikan di Teluk Pandan. Sementara tiga lainnya tersebar di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Muara Wahau.

Memasuki 2026, program itu kembali bergulir. Kali ini, rehabilitasi dilakukan terhadap dua unit rumah milik Samsiah dan Burhanudin di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan.
Abdullah menuturkan, hunian yang layak berkaitan erat dengan kesehatan, keamanan, serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Lingkungan tempat tinggal yang baik diyakini dapat membantu warga menjalani kehidupan dengan lebih tenteram dan produktif.
Di saat bersamaan, BAZNAS Kutim juga memperluas pemanfaatan zakat melalui program beasiswa pendidikan. Bantuan tersebut menyasar pelajar dari sekolah berbasis keagamaan dengan bidang pendidikan yang dinilai relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Program beasiswa ini kami arahkan agar tidak sekadar membantu biaya sekolah, tetapi juga mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Abdullah.

Program pendidikan itu menjadi salah satu layanan yang kini cukup diminati masyarakat. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan, bantuan tersebut memberi ruang bagi pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan sekolah. BAZNAS Kutim juga membuka akses konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui program bantuan yang tersedia. Informasi dapat diperoleh melalui pemerintah desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), media sosial resmi BAZNAS Kutim, maupun langsung di kantor BAZNAS kawasan Wajib Agung.
Melalui pendekatan itu, zakat perlahan ditempatkan bukan hanya sebagai instrumen bantuan darurat, melainkan juga sarana pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. Di balik rehabilitasi rumah dan beasiswa pendidikan, tersimpan harapan agar masyarakat tak hanya terbantu hari ini, tetapi juga memiliki pijakan yang lebih kukuh untuk menjalani hari-hari mendatang. (kopi15/kopi4/kopi3)
































