Beranda Kutai Timur Sangkulirang-Mangkalihat Didorong Jadi Geopark Nasional, Kaltim Bidik Pengakuan UNESCO

Sangkulirang-Mangkalihat Didorong Jadi Geopark Nasional, Kaltim Bidik Pengakuan UNESCO

24 views
0

Jalannya seminar Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat yang dihadiri oleh Asisten Ekobang Seskab Kutim Noviari Noor.Foto: Dewi/Pro Kutim

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama para pemangku kepentingan mempercepat langkah pengusulan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Geopark Nasional. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya melestarikan bentang alam karst yang kaya akan nilai geologi, sejarah, dan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Dukungan Para Pihak terhadap Penetapan Geopark Sangkulirang Mangkalihat Provinsi Kalimantan Timur” yang berlangsung di Ruang Mancong, Hotel Mesra Internasional, Rabu (17/6/2026) pagi.

Agenda ini diinisiasi oleh Pusat Kajian Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Mulawarman, bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) serta manajemen Hotel Mesra Internasional.

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi, Siti Farisyah Yara yang hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud membuka secara resmi seminar yang mempertemukan kalangan akademisi, birokrat, pemerhati lingkungan, hingga pelaku usaha tersebut. Kegiatan ini juga turut dihadiri Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman Prof Widi Sunaryo, dan Pimpinan Hotel Mesra Internasional Yusan Ananda serta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Seskab Kutim Noviari Noor yang mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kutim Mahriadi, serta Kepala Desa Selangkau Arifuddin.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Seskab Kutai Timur (Kutim) Noviari Noor, menegaskan bahwa menyatukan visi antarwilayah dan instansi menjadi kunci utama keberhasilan pengusulan ini. Mengingat signifikansi geografisnya, sebagian besar kawasan karst utuh tersebut berada di wilayah administratif Kabupaten Kutim.

“Seminar ini krusial untuk menyamakan persepsi terkait dukungan multipihak. Karena bentang alam ini berada di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Timur, keterlibatan aktif semua elemen mutlak diperlukan,” kata Noviari ditemui Pro Kutim usai kegiatan.

Proses pengusulan ini, lanjut Noviari, tengah bergulir melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta kementerian terkait lainnya di tingkat pusat. Target jangka panjang dari status Geopark Nasional ini adalah membawa Sangkulirang-Mangkalihat meraih rekognisi global sebagai UNESCO Global Geopark.

“Dengan status nasional, kita memiliki legitimasi kuat untuk mengembangkan berbagai geosite yang ada, sekaligus mengemas kawasan ini menjadi destinasi berbasis edukasi dan riset yang jauh lebih baik,” tambahnya.

Secara ekologis, Sangkulirang-Mangkalihat merupakan salah satu bentang alam karst terpenting di Indonesia. Kawasan ini menyimpan cadangan air bawah tanah raksasa, dinding gua prasejarah dengan jejak piktograf kuno, serta ekosistem unik yang menjadi habitat flora dan fauna endemik.

Noviari menjelaskan, pengelolaan geopark nantinya akan bertumpu pada tiga pilar utama yang saling mengikat yakni pertama yaitu konservasi dengan menjaga keutuhan struktur geologi dan keanekaragaman hayati dari ancaman kerusakan. Kedua, edukasi menjadikan kawasan sebagai laboratorium alam untuk penelitian ilmiah dan pendidikan lingkungan dan ketiga pemberdayaan ekonomi dengan membuka peluang ekowisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga sekitar.

Potensi wisata di wilayah ini sebenarnya tidak bermula dari nol. Di Kutim, pemerintah daerah dan masyarakat setempat telah rutin menyelenggarakan ajang budaya seperti Festival Sangkulirang.

“Potensinya sudah ada dan hidup di masyarakat. Tugas kita sekarang adalah mengemas, menyinergikan, dan mempromosikannya dalam payung tata kelola geopark yang berkelanjutan,” tambah Noviari.

Akselerasi menuju Geopark Nasional ini mendapat pengawalan ketat dari sektor akademis dan mitra pembangunan. Keterlibatan aktif Universitas Mulawarman melalui Pusat Kajian IKN dan SDGs menunjukkan bahwa penataan ruang sekunder di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara tetap memprioritaskan kelestarian lingkungan hidup dan kearifan lokal.

Melalui komitmen bersama ini, penetapan status Geopark Sangkulirang-Mangkalihat diharapkan bukan sekadar menjadi capaian di atas kertas administratif, melainkan sebuah model pembangunan masa depan Kaltim di mana warisan geologi masa lalu mampu menghidupi masa depan generasi mendatang.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini