Beranda Entertainment Delapan Tahun Menggerakkan UMKM, GAM Bangun Ekosistem Ekonomi Kaubun

Delapan Tahun Menggerakkan UMKM, GAM Bangun Ekosistem Ekonomi Kaubun

29 views
0

Peninjauan Festival UMKM Kutim Naik Kelas 2026 di Kaubun oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto: Lintang/Pro Kutim

KAUBUN – Festival UMKM Kutim Naik Kelas 2026 yang mengusung tema “UMKM Kutim Naik Kelas Inovatif, Berdaya Saing dan Berkelanjutan” serta tagline “Naik Kelas, Naik Omset” menjadi ajang menampilkan hasil pendampingan dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan PT Ganda Alam Makmur (GAM) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Kaubun, Sabtu (20/6/2026) tersebut menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM binaan, sekaligus menjadi momentum peluncuran produk cokelat Borneva by Kakaomantan, hasil pengembangan kakao dari Desa Pengadan Baru.

Selama lebih dari delapan tahun, CSR PT GAM aktif melakukan pendampingan UMKM di Kecamatan Kaubun. Saat ini para pelaku usaha tergabung dalam wadah berbadan hukum Koperasi Pemasaran Berdaya Sejahtera Makmur atau Koperasi Pemasaran Bersama yang berfungsi sebagai agregator pemasaran produk UMKM.

Manajer Admin PT GAM, Herlando Sianipar, mengatakan penguatan UMKM dilakukan melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penguatan rantai pemasaran.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung UMKM dari hulu hingga hilir. Mulai dari pendampingan usaha, penguatan kelembagaan koperasi, rumah produksi, rumah kemas, hingga akses pemasaran yang lebih luas. Harapannya pelaku UMKM bisa tumbuh mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi yang dibentuk berperan sebagai Smart Aggregator yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai kanal pemasaran. Produk-produk UMKM dipasarkan melalui sistem canvassing ke 42 outlet yang tersebar di Kaubun, Sangkulirang hingga Perdau, penjualan langsung melalui Galeri UMKM Center Kaubun, hingga platform digital seperti website, marketplace dan media sosial.

Selain itu, PT GAM juga memberikan berbagai pelatihan, di antaranya pelatihan manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, branding produk, digital marketing, diversifikasi produk, pengembangan kakao hingga penyusunan rencana bisnis. Dukungan teknologi juga diperkuat melalui penggunaan aplikasi pemasaran dan Learning Hub Nala AI untuk membantu edukasi pelaku UMKM.

Salah satu pelaku UMKM binaan, Nisa, mengaku merasakan manfaat nyata dari program pendampingan yang diberikan.

“Dulu kami hanya fokus memproduksi barang tanpa memahami bagaimana cara mengemas dan memasarkannya. Setelah mendapatkan pendampingan, kami belajar branding, pemasaran digital dan pengelolaan usaha yang lebih baik. Produk kami sekarang lebih dikenal dan penjualannya juga meningkat,” ungkapnya.

Festival tersebut turut dikunjungi Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yang didampingi Camat Kaubun Saprani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Marhadyn, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Basuki Isnawan, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, serta jajaran manajemen dan CSR PT GAM.

Dalam kunjungannya, Ardiansyah mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.

“Festival seperti ini sangat baik karena memberikan ruang promosi bagi UMKM. Kita ingin pelaku usaha di Kutim terus berkembang, meningkatkan kualitas produknya dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Ardiansyah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT GAM yang selama ini konsisten melakukan pendampingan kepada UMKM di wilayah Kaubun.

“Pendampingan seperti ini sangat penting untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Selain memberikan apresiasi terhadap pendampingan yang dilakukan PT GAM, Bupati Ardiansyah juga meminta agar perkembangan UMKM binaan dan koperasi yang telah berjalan dapat terdokumentasi dengan baik melalui laporan yang tertata dan berkelanjutan.

Menurutnya, laporan tersebut penting sebagai bahan evaluasi sekaligus memudahkan pemerintah daerah dalam memantau dampak program pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan.

“Meskipun ini tidak wajib dilaporkan kepada saya, saya tetap ingin ada laporan yang rapi. Jadi saya bisa memantau langsung bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu. Tolong ya Pak Kadis, ini dibantu,” ujar Ardiansyah.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Marhadyn, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung proses pendampingan dan pelaporan perkembangan UMKM di Kaubun.

“Siap, kami akan membantu dan mengawal agar perkembangan UMKM serta koperasi ini dapat terdokumentasi dengan baik dan terus berkembang,” singkatnya.

Melalui Festival UMKM Kutim Naik Kelas 2026, seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang produktif, inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran produk-produk unggulan seperti abon ikan, amplang, keripik pisang, hingga peluncuran cokelat Borneva menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi penggerak ekonomi daerah.(kopi17/kopi18/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini