Beranda Kutai Timur Kebun Jambu Beragam Varietas di Sangkima Curi Perhatian

Kebun Jambu Beragam Varietas di Sangkima Curi Perhatian

8 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua TP-PKK Siti Robiah Ardiansyah saat mencoba jambu air milik pekebun I Bagus Seputro. Foto: Miftah/Pro Kutim

SANGATTA SELATAN – Momentum peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Lapangan Kantor Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (26/6/2026), tidak hanya diwarnai kegiatan bersih lingkungan dan penanaman pohon. Di sela kegiatan tersebut, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama rombongan meninjau sebuah kebun jambu air yang menyimpan inovasi unik dan berpotensi menjadi ikon agrowisata baru di Kutim.

Di atas lahan seluas sekitar 1.900 meter persegi, pekebun sekaligus peneliti tanaman, I Bagus Seputro, berhasil mengembangkan puluhan varietas jambu air dalam satu Kawasan yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Sosok Bagus dikenal sebagai pekebun, pecinta buah, sekaligus peneliti dan penyelamat tanaman yang fokus mengembangkan berbagai jenis jambu unggul.

Hasilnya pun mencuri perhatian. Di kebun tersebut terdapat satu pohon yang mampu menghasilkan hingga 27 varietas jambu air berbeda dalam satu batang. Sementara di area penelitian lainnya, Bagus mengaku berhasil mengembangkan pohon yang dapat menghasilkan hingga 47 varietas jambu dalam satu pohon.

“Kalau orang melihat ini biasanya mengira pohonnya banyak, padahal sebenarnya satu pohon dengan banyak varietas. Ini bukan sambung biasa, tetapi hasil penelitian dan pengembangan yang kami lakukan selama bertahun-tahun,” ujar Bagus saat menjelaskan hasil budidayanya kepada Bupati dan rombongan.

Menurutnya, setiap varietas memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi warna, ukuran, tekstur maupun rasa. Meski demikian, sebagian besar varietas yang dikembangkannya memiliki cita rasa manis yang disukai masyarakat.

Beberapa varietas yang diperkenalkan di antaranya Red Taiwan, Madu Deli Hijau (MDH), hingga varietas hasil pengembangan sendiri yang diberi nama X15.

“Harapan saya ke depan varietas-varietas ini bisa mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual sehingga benar-benar menjadi identitas dan kebanggaan Kutai Timur,” katanya.

Ia menambahkan, hasil panen dari kebun tersebut selama ini dipasarkan secara langsung kepada masyarakat sekitar. Namun ke depan, ia berharap pengembangan varietas jambu tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan konservasi tanaman buah lokal.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu rangkaian peninjauan Bupati Kutim usai peluncuran Gerakan ASRI. Kehadiran kebun jambu multivarietas itu dinilai selaras dengan semangat ASRI yang tidak hanya berbicara mengenai kebersihan lingkungan, tetapi juga pelestarian keanekaragaman hayati dan pemanfaatan lingkungan secara produktif dan berkelanjutan.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengaku terkesan dengan inovasi yang dilakukan I Bagus Seputro dalam mengembangkan puluhan varietas unggul secara mandiri.

“Saya berterima kasih, ternyata di sini ada pembudidayaan jambu yang luar biasa. Sampai beliau memiliki inovasi menghasilkan sekitar 40 varietas unggul tersendiri dan ini akan terus berkembang sampai nantinya memperoleh hak kekayaan intelektual,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, inovasi yang lahir dari masyarakat seperti ini perlu mendapat dukungan karena tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga plasma nutfah dan kekayaan hayati daerah.

Ardiansyah bahkan optimistis dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan lahir lagi varietas-varietas baru hasil penelitian yang dilakukan I Bagus.

“Barangkali dua atau tiga tahun lagi sudah ada lagi varietas baru yang lebih unggul. Ini potensi besar yang harus terus dikembangkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah bersama Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Camat Sangatta Selatan, Kepala Desa Sangkima, serta sejumlah pejabat lainnya turut mencicipi berbagai jenis jambu hasil budidaya tersebut secara langsung.

Ke depan, Bupati dan I Bagus memiliki harapan yang sama agar kebun jambu multivarietas tersebut dapat terus berkembang menjadi kawasan agrowisata dan pusat edukasi hortikultura di Kutim.

Di tengah semangat Gerakan ASRI yang mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah, kebun jambu di Desa Sangkima menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan tidak hanya menghasilkan ruang hidup yang lebih baik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.(kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini