Ketua Forum Alien Mangrove Fish Sanctuary, Faisal. Foto: Bagus/Pro Kutim
SANGATTA — Konsistensi dalam menjaga ekosistem pesisir mengantarkan Forum Alien Mangrove Fish Sanctuary meraih penghargaan Kalpataru 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk kategori Penyelamat Lingkungan. Tak berhenti di tingkat regional, komunitas lokal ini kini resmi melangkah menuju penilaian Kalpataru tingkat nasional sembari terus memacu aksi nyata penanaman bakau secara berkelanjutan di Kutim.
Langkah konkret tersebut kembali ditunjukkan melalui aksi penanaman mangrove di Pantai Teluk Lingga, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang digelar memperingati Hari Mangrove Sedunia ini mengusung tema “Lindungi Pohon Bakau, Jaga Bakau Bumi, Jaga Masa Depan” dengan kolaborasi bersama The A Team serta dukungan penuh dari PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Ketua Forum Alien Mangrove Fish Sanctuary, Faisal, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari rangkaian program penanaman berkala yang telah dirancang secara sistematis sejak pertengahan tahun.
“Kami telah memulai penanaman 500 fragmen pada 19 Juni lalu, disusul 500 fragmen yang akan ditanam di Pulau Miang pada 7 Agustus, dan ditargetkan berlanjut hingga 2.000 fragmen pada September 2026 mendatang,” ujar Faisal di sela-sela kegiatan.

Secara keseluruhan, Forum Alien Mangrove menargetkan penanaman hingga 7.000 fragmen mangrove. Target terukur ini tak hanya ditujukan untuk pemulihan ekosistem pesisir Kutim, tetapi juga dirancang untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang sebelumnya dicatat di Makassar dengan penanaman 3.333 fragmen.
Inisiatif dan ketangguhan komunitas berbasis anak muda ini mendapat apresiasi tinggi dari para pemangku kepentingan. Manager Eksternal PT KPC, Nanang Supriadi, menyatakan kekagumannya atas semangat komunitas lokal yang bergerak langsung di lapangan.

“Perubahan iklim sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kita mampu menjaga hutan mangrove. Kami sangat mengapresiasi gerakan anak muda seperti ini yang mengambil peran aktif dalam menjaga garis pantai Kutai Timur,” kata Nanang.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Forum Alien Mangrove dan The A Team yang terus menginisiasi gerakan pemeliharaan lingkungan secara konsisten, baik di Pantai Teluk Lingga maupun di wilayah Muara Bengalon.
Dengan rekam jejak yang solid sebagai Penyelamat Lingkungan penerima Kalpataru tingkat provinsi dan target penanaman yang terukur, Forum Alien Mangrove Fish Sanctuary menunjukkan bahwa aksi pelestarian lingkungan berbasis komunitas mampu memberikan dampak ekologis yang nyata sekaligus menginspirasi gerakan konservasi di tingkat nasional.(kopi5/kopi13)
































