Beranda Kutai Timur Dari Bengalon, Pipit Sulap Hasil Laut Jadi Juara Festival Kuliner 

Dari Bengalon, Pipit Sulap Hasil Laut Jadi Juara Festival Kuliner 

7 views
0

Pipit, pemenang Juara I Lomba Kuliner Festival Sekerat Nusantara V lewat sajian Nasi Bekepor. Foto: Habibah/Pro Kutim

BENGALON – Di tengah riuh rendah Festival Sekerat Nusantara V yang dipadati ribuan pengunjung, sebuah meja kecil di sudut arena lomba kuliner mendadak mencuri perhatian dewan juri. Di atasnya, tersaji paduan yang tidak biasa yakni gurihnya ikan kakap yang dikukus (steam) bersanding apik dengan kudapan manis tradisional, Nona Manis.

Sang kreator, Pipit (34), tampak tenang saat menjelaskan filosofi di balik masakannya. Bagi pelaku usaha kuliner asal Desa Sepaso ini, ikan bukan sekadar bahan pangan, melainkan identitas yang harus terus dieksplorasi.

“Lomba ini adalah ruang bagi kami untuk membedah potensi laut kita sendiri. Selama ini kita mungkin hanya mengonsumsi ikan dengan cara yang monoton. Saya ingin membuktikan bahwa hasil laut Bengalon punya kelas saat disandingkan dengan kreativitas,” ujar perempuan kelahiran 7 April 1992 itu ditemui Pro Kutim, Senin (13/7/2026).

Keputusan Pipit untuk menampilkan menu “Tahu Tuna” terbukti jitu. Tahu yang diisi dengan daging ikan tuna segar dan aneka sayuran itu berhasil memikat lidah juri. Teksturnya yang lembut berpadu sempurna dengan gurihnya tuna yang tertangkap segar dari perairan sekitar Bengalon.

Namun, kejutan sesungguhnya ada pada sajian utama dan penutup. Pipit menghadirkan Nasi Bekepor, hidangan legendaris Kalimantan Timur, yang dipadukan dengan Ikan Kakap Betuup. Ia kemudian menutup sesi penilaian dengan eksperimen berani: Nona Manis yang dikolaborasikan dengan kakap kukus. Sebuah harmoni rasa manis dan gurih yang tak terduga namun elegan.

Ketekunan dan keberanian bereksperimen ini akhirnya mengantarkan Pipit meraih Juara I Lomba Kuliner Festival Sekerat Nusantara V.

Bagi Pipit, dapur bukan lagi tempat asing. Sehari-hari, ia mengelola usaha kuliner daring bernama Bengalon Foodies. Melalui usaha yang ia rintis, Pipit menyajikan beragam menu mulai dari nasi tempong ayam bakar, mi, hingga es teler.

Namun, ia sadar bahwa bertahan di bisnis kuliner memerlukan lebih dari sekadar menjual makanan. “Kita harus terus berinovasi. Dengan mengikuti festival seperti ini, saya melihat semangat pelaku UMKM lain yang luar biasa. Kita saling berbagi, saling memotivasi agar kuliner berbasis lokal bisa menjadi daya tarik wisata,” katanya.

Keberhasilan Pipit bukan sekadar membawa pulang piala. Ia menjadi potret bagaimana pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pelosok Kutai Timur mampu bertransformasi. Dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal, mereka tidak hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga mempromosikan pariwisata daerah melalui cita rasa.

Kini, Bengalon Foodies bukan lagi sekadar nama di aplikasi pesan antar. Bagi masyarakat Bengalon, menu-menu karya Pipit menjadi bukti bahwa di tangan yang kreatif, hasil laut yang melimpah dapat diolah menjadi cerita dan hidangan yang layak dibanggakan ke tingkat yang lebih luas.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini