Beranda Kutai Timur Executive Coaching 2026 Pemkab Kutim, Penguatan Kepemimpinan ASN

Executive Coaching 2026 Pemkab Kutim, Penguatan Kepemimpinan ASN

55 views
0

Jalannya kegiatan Executive Coaching 2026.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi membuka kegiatan Executive Coaching Bagi Kepala Perangkat Daerah (PD) Tahun 2026 di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (18/5/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Kutim dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN) guna menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks dan dinamis.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Diklat Keuangan Balikpapan Kementerian Keuangan RI Bambang Kismanto, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan Kementerian Perdagangan RI Teja Primawati Utami, Tenaga Ahli Lembaga Penelitian dan Penerapan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Iwan Agustiawan Fuad, Sekretaris BKPSDM Indra Arie Iranday, serta 14 kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan birokrasi saat ini menuntut pemerintah daerah untuk mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, pengembangan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi prioritas penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berdaya saing.

“Pelaksanaan Executive Coaching ini merupakan langkah strategis untuk membangun kapasitas kepemimpinan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Coaching bukan sekadar proses pembinaan, tetapi menjadi sarana untuk menggali potensi, memperkuat kompetensi, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada kinerja,” ujarnya.

Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Kutim dan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap kerja sama itu terus terjalin demi mendukung kemajuan ASN di Kutim. Menurutnya, Executive Coaching diharapkan mampu mempercepat terwujudnya visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kutim melalui penguatan kualitas kepemimpinan, peningkatan kinerja organisasi, serta optimalisasi potensi sumber daya aparatur yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Selain itu, kegiatan ini dinilai relevan dengan implementasi manajemen talenta ASN sebagaimana arah kebijakan reformasi birokrasi nasional. Sistem manajemen talenta dirancang untuk memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki sehingga mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang unggul dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah di masa depan.

“Saya berharap kegiatan Executive Coaching ini dapat menjadi bagian penting dalam menyiapkan talent pool ASN Kabupaten Kutai Timur yang profesional, adaptif, inovatif, dan memiliki semangat melayani masyarakat,” katanya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap proses pembelajaran, serta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dan organisasi.

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan Executive Coaching berlangsung mulai 18 hingga 21 Mei 2026 dan diikuti sebanyak 14 kepala perangkat daerah. Para peserta berasal dari berbagai PD strategis, di antaranya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Perikanan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Direktur RSUD Kudungga.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kutim Indra Arie Iranday mewakili Kepala BKPSDM Misliansyah menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan didasarkan pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, hingga Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 28 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta ASN.

Ia menjelaskan, Executive Coaching menjadi pendekatan pengembangan kepemimpinan yang lebih personal, strategis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah organisasi secara nyata. Selama ini, pengembangan kapasitas aparatur lebih banyak dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan klasikal, seminar, maupun bimbingan teknis yang dinilai belum sepenuhnya mampu mempercepat transformasi organisasi.

“Tujuan Executive Coaching ini untuk meningkatkan kinerja kepala perangkat daerah secara signifikan, mengoptimalkan potensi kepemimpinan individu dan organisasi, mempercepat pencapaian target strategis perangkat daerah, mendorong inovasi dan terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan Executive Coaching ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia melalui sesi coaching, penyusunan laporan, serta rencana aksi yang akan menjadi tindak lanjut penguatan kinerja perangkat daerah di Kutim.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini