Beranda Kutai Timur Desa Jadi Kunci Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Status Nasional

Desa Jadi Kunci Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Status Nasional

45 views
0

Kepala Desa Selangkau Arifuddin dalam pemaparan Geopark Sangkulirang Mangkalihat. Foto: Dewi/Pro Kutim

SAMARINDA – Kepala Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Arifuddin, menegaskan pentingnya peran desa dan kelembagaan masyarakat dalam mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat menuju penetapan sebagai Geopark Nasional Provinsi Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan Arifuddin dalam kegiatan Seminar Dukungan Para Pihak terhadap Penetapan Geopark Sangkulirang Mangkalihat Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Ruang Mancong, Hotel Mesra Internasional, Rabu (17/6/2026).

Dalam paparannya, Arifuddin menyampaikan bahwa desa merupakan garda terdepan dalam pengelolaan geopark karena masyarakat berada langsung di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan desa tidak hanya berperan menjaga kelestarian alam dan budaya lokal, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

“Desa bukan hanya sebagai lokasi geopark, tetapi menjadi pelaku utama yang menjaga, melestarikan, sekaligus memanfaatkan potensi geopark untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan kelembagaan desa menjadi faktor penting agar pengelolaan geopark dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah desa memiliki peran dalam mengintegrasikan program geopark ke dalam pembangunan desa, memberikan dukungan kebijakan, penganggaran, serta memfasilitasi kegiatan konservasi dan pariwisata.

Selain pemerintah desa, berbagai unsur kelembagaan masyarakat seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga adat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga memiliki peran strategis sesuai tugas dan fungsinya.

Arifuddin mencontohkan, kawasan wisata di Desa Selangkau mulai dikembangkan dengan dukungan masyarakat, termasuk penyediaan homestay untuk mendukung kebutuhan wisatawan.

“Di Pantai Selangkau sudah ada homestay yang bisa dimanfaatkan apabila ada kunjungan wisatawan. Ini menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata desa,” katanya.

Ia mengungkapkan, pengembangan geopark memiliki tiga fokus utama, yakni konservasi, edukasi, dan kolaborasi. Desa memiliki tanggung jawab menjaga keanekaragaman hayati, kekayaan geologi, serta budaya agar tetap lestari.

Namun, ia juga menyampaikan adanya tantangan di lapangan, salah satunya terkait kawasan mata air di Desa Selangkau yang telah menjadi bagian dari kawasan tertentu sehingga masyarakat menghadapi keterbatasan akses pemanfaatannya.

“Ada beberapa mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat. Harapannya ke depan bisa ada solusi agar tetap menjaga kawasan konservasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengelolaan geopark tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, akademisi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat.

“Kalau hanya desa sendiri tentu tidak cukup. Harus ada gotong royong dan kolaborasi semua pihak agar program geopark bisa berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga menilai dunia akademik dan dunia usaha memiliki peran penting melalui penelitian, inovasi, investasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat. Sementara komunitas lokal berperan dalam edukasi dan promosi Geopark Sangkulirang Mangkalihat kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Arifuddin menyampaikan sejumlah harapan dari penguatan geopark desa, di antaranya meningkatnya kapasitas kelembagaan desa, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geopark, bertambahnya desa wisata berkualitas, terbukanya peluang ekonomi baru, serta tetap terjaganya kelestarian alam dan budaya lokal.

“Harapan kami Geopark Sangkulirang Mangkalihat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Desa yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan geopark,” pungkasnya.

Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan visi dan komitmen para pihak dalam mendukung percepatan penetapan Geopark Sangkulirang Mangkalihat sebagai Geopark Nasional di Kalimantan Timur.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini