Beranda Umum & Ekonomi Harga Komoditas di 18 Kecamatan Masih Normal

Harga Komoditas di 18 Kecamatan Masih Normal

70 views
0

Plt Kadis Perindag Kutim Zaini

SANGATTA– Harga pokok komoditas pasar, khususnya Sembilan bahan pokok di 18 Kecamatan se Kutai Timur (Kutim) terbilang masih normal. Meskipun beberapa pekan lalu, harga komoditas bawang sempat meroket tinggi. Bahkan menembus angka ratusan ribu perkilogramnya. Namun berdasarkan laporan Camat pada rapat koordinasi, Senin (13/5/2019), harga komoditas lainnya masih terbilang normal.

Seperti disampaikan Camat Kaliorang, Simon Salombe, dia memastikan di daerahnya semua harga masih diambang batas normal. Hingga daya beli masyarakat terbilang stabil.

“Harga pasar hingga hari ini masih aman, tidak ada gejolak harga yang berlebihan. Meskipun (harga) bawang meroket, namun saat ini sudah mulai turun. Di pasaran sekarang Rp 70-80 ribu perkilogram. (Harga) Bawang putih yang sebelumnya sampai ratusan ribu, setidaknya sudah turun. Sama dengan harga sembilan pokok lainnya juga aman,” ungkapnya.

Sementara untuk harga tomat yang mulai merangkak naik, saat ini terus dipantau. Diketahui ada kondisi lain yang masih sulit saat ini. Yakni kelangkaan gas LPG 3 kilogram dengan tingginya harga jual. Disperindag saat ini juga masih kesulitan melakukan pemantauan di lapangan.

“Untuk harga pasar (komoditas lain) kan saat ini terbilang normal, tapi kendala lain muncul yaitu tabung gas 3 kilogram langka,” jelasnya.

Kelangkaan tabung gas LPG 3 kliogram ditengarai adanya permainan oleh oknum tertentu atau pengusaha yang seharusnya tidak menggunakan gas mungil tersebut. Namun lagi-lagi Disperindag kesulitan menindak lantaran tidak adanya saksi. Tetapi saat ini Disperindag sudah bekerja sama dengan Polres Kutim untuk melakukan penertiban.

“Karena masih banyak rumah makan menggunakan “gas melon” tersebut. Rencana kedepan kami akan bentuk tim khusus untuk menindak hal itu. Agar gas 3 kilo sesuai dengan penggunaannya,” tutupnya. (hms15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here