Beranda Entertainment DPKP Asah Keterampilan Personel Memadamkan Api – 60 Peserta Unjuk Gigi...

DPKP Asah Keterampilan Personel Memadamkan Api – 60 Peserta Unjuk Gigi di PD2P

87 views
0

SIAP BERLATIH: Asisten Pemkesra Suko Buono mengalungkan tanda peserta kegiatan dalam kegiatan pembukaan PD2P. (Foto: Irfan Humas)

SANGATTA-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar pelatihan dan pengenalan dasar penanggulangan dan penyelamatan (PD2P)  terhadap bahaya kebakaran angkatan ke VII. Rangkaian kegiatan dimulai dengan giat upacara dipimpin secara resmi oleh Asisten Pemkesra Suko Buwono didampingi ketua panitia pelaksana PD2P dari DPKP Kasmir, Selasa (1/10)/2019 di Halaman Kantor DPKP Kutim. Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta, selama 3 hari yang dimulai Selasa (1/10/2019)) dan berakhir pada Kamis (3/10)/2019 mendatang.

Suko Buwono dalam arahanya meminta DPKP tidak putus dalam pengkaderan personel baru terutama yang mengisi di pos-pos pemadam di kecamatan.

“Saya apresiasi tinggi dalam kegiatan ini peserta cukup banyak ada 60 peserta mulai dari kecamatan seperti Muara Bengkal, Muara Ancalong, Sangkulirang, dan Bengalon. Kedepan peserta bisa bertambah banyak, bisa diatas 60 peserta jadi DPKP mudah dalam pencarian calon-calon tenaga terampil dalam pemadaman api. Kami dari pemerintahan tentunya support terutama dalam anggaran dalam pelatihan pemadaman ini karena hasilnya berfaedah untuk sigap dalam penanggulangan bahaya kebakaran di lingkungan manapun,” tandasnya.

Mantan Kepala Itwil itu juga meminta seluruh peserta yang ikut dapat memahami pembelajaran dari para instruktur bagaimana meningkatkan  sisi kualitasnya. Karena personil pemadam  harus menjadi seorang pemadam yang handal dan profesional. Artinya pelatihan ini mengasah keterampilan pedaman api lebih mumpuni.

“Jaga kesehatan selama mengikuti pelatihan ini, kesiapan fisik  dan mentalnya harus siap pasalnyapenting sebagai seorang pemadam dituntut serius dalam bekerja tidak boleh main-main ataupun mengeluh ketika terjadi insiden sudah siap dalam menghadapi segala konsekuensi dan bahaya. Dengan alasan apapun itu, tidak boleh terjadi masalah dari sisi fisik ketika bertugas, sedangkan dari sisi mental, ketika terjadi kebakaran besar justru calon tenaga pemadam malah kabur ini fatal. Harus menjunjung tinggi slogan pejuang pemadam yaitu pantang pulang sebelum padam, ada jiwa Korsa di tubuhnya,” paparnya.

Selama pelatihan, peserta dilatih sejumlah pengajar instruktur mulai dari TNI seperti dari Lanal Sangatta, Basarnas , dan PMI menjadikan kerja sama yang sudah terjalin baik dalam upaya pencegahan dan penyelamatan musibah kebakaran. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here