Beranda Entertainment Enam Tahun Terakhir, ODHA di Kutim Capai 563 – Wabup Minta Masyarakat...

Enam Tahun Terakhir, ODHA di Kutim Capai 563 – Wabup Minta Masyarakat Waspada !

80 views
0

Silaturahmi pengurus dan kelompok kerja (Pokja) Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutim bersama Wabup Kutim Kasmidi Bulang. (Wak Hedir Pro Kutim)

SANGATTA– Silaturahmi pengurus dan kelompok kerja (Pokja) Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutim di warung makan Edi Blangkon, Sangatta Utara, Rabu (17/11/2021) turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.

Kasmidi Bulang selaku Ketua Harian KPAD Kutim didampingi Sekretaris Harmaji Partodarsono, kepada awak media menjelaskan kegiatan ini tak hanya sebatas silaturahmi. Melainkan sekaligus untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru. Terdiri dari pemerintah, perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Kemudian, dilanjutkan dengan rapat koordiansi rencana peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2021 mendatang,” kata Kasmidi.

Di luar itu, Kasmidi sedikit menjelaskan tentang dinamika penyebaran HIV AIDS di daerah ini. Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan menjaga diri agar tak tertular penyakit yang belum ada obatnya ini. Dia menyebut berdasarkan data yang dihimpun melalui AIDS Digital, jumlah Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Kutim mulai 2015 hingga 2021 mencapai 563 orang.

“Ini harus menjadi kewaspadaan bagi kita semua. Pemerintah telah berupaya melakukan langkah-langkah penanganannya, termasuk penutupan lokalisasi. Tapi itu kembali kepada kesadaran kita masing-masing,” ucap Kasmidi.

Sekretaris KPAD Harmaji Partodarsono menambahkan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk menanggulangi HIV AIDS. Diantaranya melakukan jemput bola untuk melaksanakan mobile VCT (voluntary counselling and testing). Yakni konseling dan tes HIV secara sukarela (KTS).

“Dengan cara mendatangi mereka yang mau diperiksa. Kita juga rutin melakukan pemeriksaan ke perusahaan-perusahaan dan spot-spot lainnya. Langkah lainnya adalah memberikan edukasi dan sosialisasi, penyakit masyarakat,” jelasnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here