Beranda Kutai Timur Kutim Fokus Langkah Aksi Turunkan Angka Stunting

Kutim Fokus Langkah Aksi Turunkan Angka Stunting

104 views
0

Wabup Kutim Kasmidi Bulang saat memimpin Rakor TPPS di Aula Bappeda Kutim. Foto: Irfan Pro Kutim

SANGATTA – Sejumlah bahasan mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Aula Bappeda Kutim, Bukit Pelangi, (13/7/2022). Ketua TPPS yang juga Wabup Kutim Kasmidi Bulang menegaskan bahwa momen ini sebagai langkah masa depan, menyangkut tentang upaya mencapai visi Indonesia Emas pada 2045 nanti. Dasar aksi yaitu anak-anak bangsa mengalami stunting yang menganggu tumbuh kembangnya.

“Saya harap prevalensi stunting sudah 0 di Kutim,” harap Kasmidi. 

Dia memaparkan, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional hingga saat ini. Kutim menjadi salah satu kabupaten tertinggi untuk angka stunting, yakni sebesar 27,5 persen berdasarkan data dari SSGI. Untuk itu, tingkat angka stunting yang masih tinggi harus secara sinergis mendapat preferensi bersama-sama oleh para pihak. Khususnya prioritas dalam penanganan oleh lintas sektor OPD terkait.

Di hadapan Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)  dr Setiadi Halim dan sejumlah perwakilan OPD yang hadir, Kasmidi menambahkan, untuk mengerjakan aksi konkret diperlukan data yang valid. Berdasarkan berbagai data dari DPPKB, Dinkes serta OPD lainnya. Untuk kemudian menjadi dasar pelaksanaan TPPS yang selalu ditekan serta akurat. Untuk mempermudah penanganan stunting maupun pendampingan bagi keluarga berisiko tinggi. 

Hari ini dilakukan koordinasi sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi kepada semua kepala daerah se-Indonesia. Mulai dari Gubernur sampai Wali Kota hingga bupati. Untuk segera beraksi dengan target 2024 harus mencapai 14 persen. 

“Nah kita ini masih 27,5 persen yang berarti cukup banyak harus kita turunkan. Oleh sebab itu hasil dari Harganas kemarin, saya mendeskripsikan kepada tim sekretariat untuk mengundang bapak ibu sekalian, termasuk para camat wajib hadir. Karena kenapa?, karena kegiatan ini konsentrasinya ada di kecamatan,” ulasnya.

Bappeda juga diminta menjadi bagian konsentrasi untuk dianggarkan. Karena kalau cuma sekadar rapat saja tidak ada aksi di lapangan pasti tidak akan turun. Maka dari itu, berulang kali Kasmidi meminta agar segera melaksanakan aksi di lapangan.

“Jadi semua tim, nanti saya minta seluruh OPD terkait bersama-sama berkoordinasi di lapangan,” tegasnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here