Beranda Kutai Timur Punya Keunikan, Desa Tepian Langsat Layak Branding

Punya Keunikan, Desa Tepian Langsat Layak Branding

41 views
0

Salut : Pemerhati Budaya Kutai Raden Cokro Prabu (kedua dari kiri) salut dengan keunikan masyarakat desa Tepian Langsat. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Focus Group Discussion (FGD) tentang Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Potensial di Desa Tepian Langsat di Kecamatan Bengalon dalam Suksesi Sail Sangkulirang 2024 menarik banyak perhatian tamu undangan, Kamis (21/7/2022). Menghadirkan para pembicara, mulai dari pemerhati budaya Raden Cokro Prabu alias Yudi Budiono perwakilan Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura, Stefanus Subantardja, S.Sos, M.M.B dari Wijaya Mulya Konsultan (WMK), serta Kepala Desa Tepian Langsat Zeky Hamzah.

Dalam kesempatan itu Kades Tepian Langsat memaparkan mengenai kondisi desanya dihadapan para tamu undangan FGD, yang berlangsung di Ruang Meranti Sekretariat Kabupaten Kutim. Ia menerangkan bagaimana posisi strategis desanya dengan banyak objek wisata alam. Dengan luas total keseluruhan desa sebesar 205.329 hektare. Desa ini dilintasi pula oleh jalan nasional dengan konstruksi jalan beton dan aspal, sejauh 110 Km.

“Selain lokasi-lokasi wisata, Desa Tepian Langsat bahkan memiliki Badan Usaha Milik Desa yang mampu menyumbang pendapatan bagi desa, sebesar Rp 600 juta per tahunnya. Dari berbagai usaha, termasuk menyewakan dump truck pengangkut CPO. Dukungan untuk menggerakkan sektor pariwisata dapat dimaksimalkan pula, dengan memanfaatkan keberadaan 7 perusahaan perkebunan dan kehutanan, serta 1 perusahaan tambang batu bara,” harapnya.

Kades Tepian Langsat Zeky Hamzah (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Sementara itu Raden Cokro Prabu menyebutkan, masyarakat di Tepian Langsat memiliki keunikan dan daya tarik tinggi. Dalam melestarikan kearifan lokal, serta mengembangkan kebudayaan. Buktinya dapat dilihat dari prestasi masyarakat setempat dalam beberapa kompetisi olahraga tradisional baik di tingkat regional hingga provinsi. Bahkan Kadesnya merupakan Ketua I Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia Kabupaten Kutim. 

“Hal ini bahkan mendukung misi pertama Bupati dan Wakil Bupati Kutim, yakni mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu. Ini jelas berkaitan dengan seberapa penting dan apa manfaat yang diharapkan. Dari maksud melestarikan dan mengembangkan kebudayaan serta kearifan masyarakat lokal dalam konsep pembangunan manusia di Kutim,” jelas pemerhati budaya itu.

Perbincangan : Tidak saja menghadirkan berbagai paparan tentang potensi desa, FGD pembangunan dan pengembangan kawasan potensial jadi perbincangan hangat peserta.

Dalam sudut pandang Stefanus Subantardja dari WMK, apa yang dimaksud pihak Desa Tepian Langsat adalah untuk mendukung dan menyukseskan Sail Sangkulirang 2024, sebagai event nasional besar di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kenapa FGD ini penting, sebagai salah-satu cara untuk menyikapi berbagai hal yang menjadi daya dorong besar dalam penyelenggaraan Sail Sangkulirang 2024. Sehingga optimalisasi pengembangan kawasan potensial dengan daya tarik tinggi, harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak. Baik itu masyarakat desa, pihak pemerintah, maupun pihak swasta,” jelasnya. 

Adapun Kepala Dinas Pariwisata Kutim Nurullah usai acara menyebutkan, Desa Tepian Langsat memenuhi empat komponen pengembangan kawasan wisata. Mulai dari keunikan, fasilitas, aksesibilitas dan pelayanan tambahan.

Destinasi : Peta destinasi objek wisata alam yang masuk dalam kawasan desa Tepian Langsat. (Ist)

“Desa ini memiliki keempat komponen tersebut, terutama komponen keunikan attraction (atraksi). Daya tarik tinggi dan layak branding dalam gelaran internasional sekelas Sail Sangkulirang 2024 nantinya,” ujar Kadis Pariwisata penuh harapan. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here