Beranda Kutai Timur FGD Pesisir Teluk Kaba, Bedah Fakta Lingkungan hingga Mitigasi

FGD Pesisir Teluk Kaba, Bedah Fakta Lingkungan hingga Mitigasi

61 views
0

Wabup Kutim Kasmidi Bulang bersama narasumber lain melakukan diskusi FGD Teluk Kaba. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Potret kawasan pesisir Teluk Kaba, fakta lingkungan, mitigasi hingga perencanaan pengembangan menjadi topik utama pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) inisiasi Forum Pemerhati Masyarakat Pesisir (FOPSIR) Kutim yang digelar di Ruang Panel Gedung Sekretariat DPRD Kutim, Rabu (27/7/2022).

Wabup Kutim Kasmidi Bulang pun menyambut baik gelaran FGD ini. Menurutnya, momen ini akan melahirkan pemikiran positif terkait apa yang akan dibahas. Mengenai ide-ide gagasan baru dalam hal tindak lanjutnya melakukan aksi di lapangan.

“Teluk Kaba itu potensinya luar biasa. Di sana Ada kerang gonggong (dalam bahasa latin Strombus canarium, Red) ketika lagi musim-musimnya bisa ditemukan, tumbuhan mangrove yang luas dan belum lagi budi daya rumput laut yang terus dikembangkan,” jelasnya disaksikan oleh para undangan FGD yang hadir mulai dari pemerintahan Kecamatan Sangatta Selatan, Bappeda Kutim, Komisi B DPRD Kutim dan PT KPC.

Ditegaskan Kasmidi, memang ke depan pengembangan wilayah pesisir Teluk Kaba akan dijadikan eko wisata mangrove. Pemkab Kutim bersama DPRD intinya berkomitmen dalam mendukung program memajukan pengembangan Teluk Kaba.

“Mindset kita bersama-sama membangun (Teluk Kaba),” tegasnya.

Ketua FOPSIR Kutim Alexs Bhajo, melaporkan pihaknya memfokuskan perlindungan nasib terumbu karang di Teluk Kaba. Pasalnya, kondisinya kini kian memprihatinkan.

“Kami sudah melakukan penelitian dan ditemukan banyak terumbu karang yang rusak akibat pengeboman ikan. Nah, dari FGD ini kita mencari solusi serta komitmen dalam mitigasi pengawasan ekosistem terumbu karang di Teluk Kaba,” urainya.

Selanjutnya dari FGD ini juga bisa melahirkan rekomendasi Teluk Kaba menjadi destinasi pariwisata andalan Kutim. Dia menjelaskan pihaknya juga intens berdiskusi dengan Bappeda. Terkait dalam strategi pengembangan roadmap Teluk Kaba.

Ditambahkan Dosen STIPER Kutim Imanuddin, bahwa kondisi terumbu karang memang sudah sangat mengkhawatirkan karena wilayah kawasan Teluk Kaba jadi target pengeboman ikan.

“2.000 gram amonium nitrat sebagai bahan bom ikan, daya ledaknya bisa menghancurkan 12,56 meter persegi karang. Untuk itu perlu langkah konkret pengawasan ketat kelautan di Teluk Kaba salah satunya membentuk kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) perikanan. Karena wilayahnya langsung bersentuhan,” terangnya.

Kemudian, hal yang mendesak yaitu perbaikan ataupun terumbu karang transplantasi agar kembali baik kondisinya.

“Ini agar ekosistem terumbu karang di Teluk Kaba tetap terjaga,” ujarnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here