Beranda Kutai Timur 85 Pasangan di Batu Ampar Laksanakan Sidang Isbat Nikah

85 Pasangan di Batu Ampar Laksanakan Sidang Isbat Nikah

131 views
0

Buku Nikah : Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan buku nikah kepada salah-satu pasangan yang telah melaksanakan sidang isbat nikah. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

BATU AMPAR – Pengadilan Agama Sangatta dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) menggelar Pelayanan Sidang Isbat Nikah Terpadu di Desa Beno Harapan, Kecamatan Batu Ampar pada Kamis (4/8/2022) siang. Isbat dilakukan untuk menjamin kepastian hukum, bagi masyarakat terkait legalitas pernikahan mereka.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pengadilan Agama Sangatta Adriansyah, Kepala Kementerian Agama Kutim Mulyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Muhammad Muhir, Camat Batu Ampar Suriansyah, Kades Benua Harapan Ahmad Kurtubi dan Kades-Kades lainnya se-Batu Ampar.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyambut baik pelaksanaan sidang nikah isbat yang dilakukan oleh puluhan pasangan, di Kecamatan Batu Ampar. Ia menyebutkan di Indonesia, hukum Islam dikompilasi dengan hukum positif dan undang-undang perkawinan.

Sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW, “Menikah adalah sunnahku, barang siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku. Maka menikahlah kalian karena aku bangga dengan banyaknya umatku”.

Sumingrah : Wajah pasangan yang telah melakukan sidang isbat nikah begitu bahagia, mengingat pernikahan mereka telah tecatat resmi oleh negara. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

“Walaupun demikian, jangan mentang-mentang sunah, lantas hanya menikah saja tanpa melalui prosedur yang sudah dikompilasi hukum Islam di Indonesia. Maka pernikahan di Indonesia harus tercatat. Pemerintah membuat struktur organisasi yang melindungi masyarakat dalam melakukan syariat agama. Dengan adanya Kementerian Agama lewat struktur dibawahnya bernama Kantor Urusan Agama (KUA),” terang Ardiansyah Sulaiman.

Hal senada ditegaskan pula oleh Kepala Pengadilan Agama (PA) Sangatta Adriansyah. Beliau berharap kepada masyarakat Kutim agar menghindari melakukan sidang isbat nikah. Ketika hendak menggelar pernikahan, maka harus tercatat di KUA. Sehingga tidak melakukan nikah siri. Bukan tanpa sebab! Itu dengan alasan, agar legalitas pernikahan yang dilakukan sah secara agama dan juga tercatat oleh negara.

“Dalam undang-undang, pernikahan itu sah apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing. Yang pasti rukun dan syarat harus sesuai dengan agama yang dianut. Kemudian setiap pernikahan wajib dicatat, siapa yang berwenang ? Tentu Kantor Urusan Agama, bukan orang lain, bukan pula pihak-pihak yang dituakan,” tegas Ketua Pengadilan Agama Sangatta.

Pelaksanaan sidang isbat nikah di Batu Ampar diikuti oleh puluhan pasangan baik tua dan muda. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua rangkaian. Rangkaian pertama berlangsung pada minggu lalu, diikuti oleh 36 pasangan. Pada hari ini (Kamis, red) kegiatan diikuti oleh 49 pasangan, sehingga total pasangan yang mengikuti sidang isbat nikah sebanyak 85 pasangan.

Pelayanan : Pelayanan sidang isbat nikah merupakan bentuk pelayanan dasar pada masyarakat yang dilakukan oleh negara. Nampak dari kiri Kepala Kementerian Agama, Kepala Pengadilan Agama, Bupati Kutim dan Camat Batu Ampar. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Antusiasme peserta merupakan gambaran bahwa mereka mengalami kesulitan dengan pernikahannya, yang dilakukan secara siri tidak tercatat oleh negara. Sehingga berpengaruh besar pada perihal administrasi dan berbagai hal penting terkait anak keturunannya. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here