Beranda Entertainment Kutim Kawal Budaya Adat Erau Pelas Benua Terus Maju di Kukar

Kutim Kawal Budaya Adat Erau Pelas Benua Terus Maju di Kukar

133 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir dalam rangkaian pembukaan Erau Adat Pelas Benua di depan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Foto: Irfan/Pro Kutim

TENGGARONG – Disela-sela kesibukan jadwalnya yang padat sebagai pemimpin daerah, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyempatkan bertandang ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menghadiri undangan pembukaan pesta rakyat Erau Adat Pelas Benua 2022 yang dipusatkan di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Minggu (25/9/2022).

Rangkaian pembukaan hari ini ditandai dengan upacara mendirikan Tiang Ayu di dalam keraton dilanjutkan dengan memberikan sesembahan dan menyalakan brong api di depan halaman keraton oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Adji Muhammad Arifin, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Wabup Kukar Rendi Solihin dan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beserta undangan yang lain.

Sejatinya, event tahunan andalan Kukar ini sudah digelar sejak pada Selasa (20/9/2022) kemarin dibuka dengan seabrek kegiatan dimulai ada Haul Jamak Raja dan Sultan di Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin Tenggarong dan Titi Bende berkeliling di wilayah Kota Tenggarong. Kemudian pada Rabu (21/9/2022) ada Beluluh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Menjamu Kepala Benua, Tengah Benua, dan Buntut Benua di Tanah Habang Kampung Mangkurawang, Pelabuhan Depan Keraton, dan Depan Kantor Bupati dilanjutkan dengan Merangin I di Serapo Belian.

Kemudian pada Jumat (23/9/2022) Merangin II di Serapo Belian, Sabtu (24/9/2022) Merangin III di Serapo Belian dan Mengatur Dahar di Keraton/Museum. Minggu (25/9/2022) Mendirikan Tiang Ayu di Keraton, Seremonial Pembukaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Keraton, Sesembahan di Keraton, Beluluh Sultan di Keraton dan Bepelas Malam I di Keraton. Senin (26/9/2022) Beluluh Sultan di Keraton dan Bepelas Malam II di Keraton, Selasa (27/9/2022) ada Beluluh Sultan di Keraton dan Bepelas Malam III di Keraton, Rabu (28/9/2022) Ziarah Makam dalam HUT ke-240 Kota Tenggarong di Makam Raja-raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Beluluh Sultan di Keraton dan Bepelas Malam IV di Keraton.

Berlanjut lagi ke Kamis (29/9/2022) mulai dari Beseprah di Jalan Monumen Timur depan Kedaton dan Jalan Mulawarman, Beluluh Sultan di Keraton dan Pembacaan Maulid Berjanji. Jumat (30/9/2022) Beluluh Sultan di Keraton dan Bepelas Malam V di Keraton. Sabtu (1/10/2022) Beluluh Sultan di Keraton dan Bepelas Malam VI di Keraton. Minggu (2/10/2022) Pengambilan Air Tuli di Desa Kutai Lama, Ngulur Naga, Beumban, Begorok, Sultan Turun ke Tangga Titi, Belimbur di Keraton dan sekitarnya dan Desa Kutai Lama Kecamatan Anggana dilanjutkan Bepelas Malam VII (Ketayongan), Pemberian Gelar, Tarian Keraton, Pembacaan Doa di Keraton. Dan rangkaian hari terakhir Senin (3/10/2022) yaitu Merebahkan Tiang Ayu, Syukuran dan Pembacaan Doa di Keraton.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengaku bangga pesta rakyat Erau Adat Pelas Benua 2022 yang secara turun-temurun terus terjaga di Kukar.

“Karena perhelatan Erau Adat Pelas Benua ini menjadi ikon wisata Kukar yang menjadi bagian simbol kebudayaan Kukar. Kutim yang juga menjadi bagian dari Kukar terus mengawal dalam memajukan budaya Kutai, karena dulunya menjadi daerah pemekaran dari Kabupaten Kutai. Kutim dalam hal ini terus mendukung dalam upaya kemajuan budaya Kutai yang bernilai positif. Kita sama-sama bergandengan tangan dengan terus memajukan warisan budaya luhur dengan cara melestarikannya,” tegasnya.

Ditambahkan Ardiansyah, momen ini juga kembali menggairahkan sektor perekonomian dan wisata kembali hidup setelah dua tahun akibat pandemi COVID-19 terhenti di Kukar.

“Jadi sama saja dengan Pemkab Kutim yang terus membangkitkan ekonomi kerakyatan dengan gelaran event-event setiap minggu yang digelar di Kutim. Saya apresiasi tinggi kepada Pemkab Kukar yang berkomitmen untuk terus menghidupkan kembali tradisi Kesultanan hasilnya berdampak ke masyarakat,” sambungnya.

Senada, dalam sambutannya Bupati Kukar Edi Damansyah berharap, seni budaya dalam Erau Adat Pelas Benua yang mengambil tema “Erau Kutai Lawas, Balik Asal Kutai Lawas, Tunduk Sabda Sang Meruhum” ini bisa dilestarikan dan menjadi destinasi objek wisata karena memberikan manfaat dan dampak bagi perekonomian masyarakat. Acara ini juga bersifat sakral dan dirangkaikan menyambut HUT ke-240 Kota Tenggarong.

“Jadi ini event yang sangat penting. Kami pun berkomitmen untuk menjadikan Erau Adat Pelas Benua sebagai kalender event tetap daerah setiap tahun mengingat pelaksanaannya sejak masa Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura secara turun temurun,” bebernya.

Ditambahkan Edi, Erau berasal dari bahasa lokal/daerah etnis Kutai dan disebut pula Eroh yang berarti ramai, hilir mudik bergembira, berpesta ria. Kegiatan ini dilaksanakan secara adat oleh Kesultanan/kerabat kerajaan dengan maksud atau hajat tertentu dan diikuti oleh masyarakat dalam wilayah administratif Kesultanan.

Namun, semenjak Kesultanan Kutai bergabung dengan NKRI dan menjadi daerah Swapraja, kemudian menjadi Daerah Istimewa Kutai dan Daerah Tingkat II Kutai, praktis Upacara Adat Erau mengalami kevakuman. Kendati demikian, pada tahun 1970-an Bupati Kutai Ahmad Dahlan berupaya melestarikan kembali Upacara Erau.

Meski saat itu, dengan tataran upacara adat yang belum lengkap seperti saat ini, karena pada waktu itu Kesultanan Kutai Kartanegara belum memiliki Sultan, meski sudah ada Putra Mahkota. Gelaran Upacara Erau pun dipadukan dengan HUT Kota Tenggarong pada tanggal 28 September dan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya daerah.

“Meski, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tidak lagi mendiami istana yang telah beralih fungsi menjadi Museum Memorial,” kata Edi.

Begitu pula, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Adji Muhammad Arifin, ia berharap Erau Adat Pelas Benua dapat berjalan dengan baik dan membawa berkah untuk masyarakat terutama di segi perekonomian.(Kopi13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here