Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA – Setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim) pada Senin (1/12/25) pagi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, memaparkan sejumlah program strategis Korpri Kutim, terutama terkait pengembangan atlet dan peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menyampaikan bahwa fokus utama Korpri Kutim saat ini adalah proses penjaringan atlet untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri tahun depan. Kutim akan menjadi tuan rumah, sehingga persiapan diarahkan untuk menargetkan capaian juara umum.
“Untuk Porprov Korpri yang akan datang, kita mengadakan pertandingan untuk seleksi atlet-atlet Korpri kita yang ada di Kutim. Ini dalam hal kita menyeleksi atlet-atlet Korpri kita,” jelas Miliansyah.
Ia menambahkan bahwa selama ini capaian terbaik Bapor Korpri Kutim berada pada posisi juara enam tingkat provinsi.

Ditambahkan Ancah, sapaan akrabnya, 8 dari 12 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam Porprov telah selesai menjalani seleksi awal, sementara empat cabang lainnya akan menyusul. Peningkatan jumlah ASN, termasuk sekitar 7.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), memberikan peluang lebih besar dalam memperkuat komposisi atlet Korpri Kutim.
“Sekarang mereka sudah menjadi PPPK, berarti mereka sudah bisa ikut nanti bertanding untuk mewakili Korpri Kutim,” ungkapnya.
Selain penguatan di bidang olahraga, Korpri Kutim juga mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme ASN melalui serangkaian upaya pembinaan kompetensi. Salah satu fokusnya adalah pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa Bimtek harus dirancang dan diikuti ASN berdasarkan kebutuhan nyata organisasi. Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang tidak relevan dengan tugas pokok dan fungsi hanya akan membuang waktu dan anggaran, sehingga Korpri Kutim menekankan pentingnya seleksi dan perencanaan Bimtek yang benar-benar mendukung kinerja ASN.
Menurutnya, Bimtek yang berkualitas akan memperkuat kemampuan ASN dalam memahami regulasi baru, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik. Ia juga menyebut bahwa pelatihan menjadi salah satu cara efektif untuk mempersiapkan ASN menghadapi tantangan reformasi birokrasi dan percepatan digitalisasi di lingkungan pemerintahan.
“Untuk meningkatkan pengembangan kompetensi dan karir, itu kan kita bisa melaksanakan berupa Bimtek. Yang penting, dalam melaksanakan Bimtek, itu pilihlah Bimtek yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari SKPD-nya,” tegasnya.
Di samping itu, Korpri Kutim turut memperkuat perlindungan hukum bagi ASN melalui pembentukan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri hingga tingkat kecamatan.
Misliansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua LKBH Korpri Kutim, mengatakan lembaga tersebut hadir untuk memberikan pendampingan bagi ASN yang menghadapi persoalan hukum. Ia menilai keberadaan lembaga ini penting karena selama ini banyak kasus ASN yang baru diketahui setelah yang bersangkutan selesai menjalani proses hukum.
Bidang kesehatan dan keagamaan juga menjadi perhatian Korpri Kutim, termasuk kerja sama dengan rumah sakit untuk kegiatan kesehatan serta pengiriman 11 atlet Korpri Kutim dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri di Samarinda yang sedang berlangsung.
Menutup penjelasannya, Misliansyah kembali menegaskan komitmen Korpri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mengatakan bahwa Korpri harus selalu berada di garda depan untuk melayani masyarakat, sejalan dengan amanat Bupati dalam upacara peringatan HUT Korpri.
“Sebagaimana tadi telah disampaikan dalam sambutan Bupati, jadi kita sebagai anggota Korpri siap melayani masyarakat setiap saat,” pungkasnya.(kopi17/kopi13/kopi10)


































