BATU AMPAR – Dalam senyapnya permukiman RT 10 Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar, harapan tentang hadirnya rumah ibadah yang layak akhirnya menemukan jalannya. Kunjungan kerja Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi, pada Rabu (10/12/2025) menjadi angin perubahan bagi warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan aktivitas keagamaan pada bangunan mushola sederhana yang mereka dirikan secara gotong royong.
Di wilayah yang dihuni 150 kepala keluarga dengan total 280 jiwa ini, jarak menuju masjid terdekat membentang hampir 20 kilometer. Pada musim hujan, jalan tanah yang berlumpur kerap memutus langkah warga untuk beribadah. Kondisi sulit itu mendorong masyarakat setempat membangun mushola kecil sebagai ruang ibadah dasar sekaligus tempat berkumpul. Namun jumlah jamaah yang terus bertambah menjadikan bangunan itu tak lagi memadai.
Keputusan warga untuk menaikkan status mushola menjadi masjid lahir dari kebutuhan yang sangat mendasar, ruang ibadah yang lebih layak dan dekat dengan keseharian mereka. Mereka memulai pembangunan seadanya, mengumpulkan bahan yang mampu mereka beli, serta bekerja tanpa upah demi menghadirkan masjid yang kelak menjadi titik kehidupan spiritual desa.

Ketua RT 10 Salahuddin, mengenang bagaimana warga telah mencoba mengajukan dukungan melalui proposal resmi. Namun saat pertemuan berlangsung, Wakil Bupati memilih pendekatan yang lebih cepat dan efisien.
“Untuk pembangunan rumah ibadah, jangan pakai proposal. Nanti lama prosesnya. Untuk lebih cepat, saya langsung berikan bantuan sesuai kebutuhan. Kalau ada kekurangannya, sampaikan lagi,” ujar Mahyunadi, sebagaimana disampaikan kembali oleh Salahuddin.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Mahyunadi menyerahkan bantuan material secara simbolis untuk mempercepat pembangunan Masjid Al-Hijrah. Bantuan itu meliputi kubah masjid, atap seng, cat, semen, sound system, plafon, keramik, serta upah tukang sebesar Rp 10 juta. Kehadiran dukungan tersebut sontak memantik kegembiraan warga yang selama ini membangun dengan peralatan dan anggaran ala kadarnya.


Pemerintah daerah menargetkan Masjid Al-Hijrah dapat difungsikan pada Ramadhan 2026. Sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak jauh hanya untuk melaksanakan salat tarawih atau kegiatan keagamaan lainnya.
Selain menyerahkan bantuan, Wakil Bupati juga menyerap aspirasi warga terkait sejumlah kebutuhan penting lainnya. Mulai dari status lahan, program rumah layak huni, permohonan listrik PLN, rencana perluasan masjid induk desa, hingga persoalan tapal batas dengan desa di Kecamatan Rantau Pulung.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial atau penyerahan material bangunan. Ia menjembatani kedekatan pemerintah dengan masyarakat, mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar, serta menguatkan fondasi kehidupan beragama di kawasan pedalaman Kutim. Masjid Al-Hijrah kini berdiri sebagai simbol tekad kolektif, dibangun oleh tangan warga, dipercepat oleh kepedulian pemerintah, dan menjadi cahaya baru yang menyambut Ramadhan 2026 di Himba Lestari. (kopi4/kopi3)
































