Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto : Nasruddin Pro Kutim
BATU AMPAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan dasar listrik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Batu Ampar. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh desa di wilayah tersebut segera teraliri listrik, sesuai dengan program prioritas daerah.
Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur kelistrikan menjadi bagian dari 50 program unggulan Pemkab Kutim. Ia menyampaikan bahwa progres di lapangan menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan mulai berdirinya tiang-tiang jaringan listrik di sejumlah desa.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai terlihat. Tiang-tiang listrik sudah berdiri di Mawai Indah, Benoharapan, Himba Lestari, dan Mugi Rahayu. Ini bukti bahwa program listrik 24 jam mulai berjalan,” ujarnya saat berikan sambutan dalam kegiatan penyerahan bantuan beras CPPD di Desa Himba Lestari, Senin (29/12/2025)
Meski demikian, Bupati mengaku terus menagih komitmen PT PLN (Persero) terkait jumlah desa yang akan dialiri listrik tahun ini. Ia menekankan bahwa seluruh wilayah, termasuk yang sulit dijangkau, harus masuk dalam perencanaan kelistrikan.
“Saya terus menagih janji PLN. Informasinya ada 15 desa yang akan dialiri listrik, tapi masih ada yang belum masuk. Tantangannya memang besar, seperti di wilayah Tepian Langsat yang jaraknya mencapai puluhan kilometer,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, proses pembangunan jaringan listrik ditargetkan terus berjalan hingga awal 2026. Bupati berharap pada kuartal pertama tahun tersebut, masyarakat sudah dapat menikmati aliran listrik secara penuh.
“Insyaallah sekitar Februari atau Maret 2026 listrik sudah bisa menyala. Artinya, warga sudah bisa menikmati penerangan di rumah masing-masing,” ucapnya.
Untuk wilayah yang memiliki hambatan geografis berat, Pemkab Kutim bersama PLN juga menyiapkan alternatif solusi, seperti penyediaan pembangkit listrik mandiri atau genset komunal sebagai langkah sementara.
Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa pemerataan listrik merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia pun meminta masyarakat bersabar, sembari memastikan bahwa upaya pemerataan listrik akan terus dikawal hingga seluruh pelosok Kutim terang sepenuhnya.(kopi14/kopi13/kopi3)





































