Lomba PBB memperingati HUT ke-80 di Lapangan Mako Polres Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA – Derap langkah dan kekompakan gerakan para pelajar mewarnai Lapangan Mako Polres Kutai Timur (Kutim) saat mengikuti Lomba Peraturan Baris-berbaris (PBB) Bhayangkara Seri 4 Tahun 2026, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Bhayangkara tersebut diikuti 17 tim pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK se-Kutim.
Lomba mengusung tema “Jiwa Disiplin, Langkah Presisi” dan dibuka langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto. Turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kutim, Persatuan Olahraga Baris-berbaris Indonesia (PORBACI), kepala sekolah, guru pendamping, serta para peserta.
Ketua Panitia, AKP Rahmat Hartoyo yang juga menjabat sebagai Kapolsek Kecamatan Muara Bengkal, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi Polres Kutim dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui aktivitas yang positif, edukatif, dan kompetitif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, tanggung jawab, sportivitas, serta semangat kebangsaan kepada para pelajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti lomba terdiri dari sembilan tim tingkat SMP/MTs dan delapan tim tingkat SMA/SMK/MA dari berbagai sekolah di Kutim. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan peraturan baris-berbaris masih menjadi salah satu sarana pembinaan karakter yang diminati kalangan pelajar.
Dalam perlombaan tersebut, peserta dinilai berdasarkan ketepatan dan kerapian gerakan dasar PBB, kekompakan pasukan, ketegasan komandan, formasi dan variasi gerakan, penampilan umum, serta aspek kedisiplinan dan sportivitas.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri berpengalaman, yakni Serma Muhammad Ton dari Kodim 0901 Samarinda, Taufik Ilham selaku Wakil Ketua PORBACI Kalimantan Timur, serta Fajar Tegar Rosandi dari PORBACI Kota Samarinda.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan lomba tersebut bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan berintegritas.
“Melalui peraturan baris-berbaris, kalian belajar tentang arti penting kedisiplinan, kepatuhan terhadap pimpinan, kekompakan, kerja sama tim, tanggung jawab, serta loyalitas. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk karakter kalian menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas,” katanya.
Menurut Fauzan, tema “Jiwa Disiplin, Langkah Presisi” sangat relevan dengan upaya membangun generasi muda yang berkarakter dan mampu menjadi agen perubahan bagi daerah maupun bangsa.

“Kepada seluruh peserta, tunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat dan rasa percaya diri. Jaga sportivitas, kekompakan, dan kebersamaan. Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi pengalaman dan pelajaran yang didapat jauh lebih berharga,” pesannya.
Usai memberikan sambutan, Fauzan secara resmi membuka Lomba PBB Bhayangkara Seri 4 Tahun 2026.
Di sisi lain, semangat para peserta terlihat sejak sebelum perlombaan dimulai. Abraham Situmorang, komandan pasukan (danton) SMK Negeri 2 Sangatta Utara, mengaku timnya telah menghadapi berbagai tantangan selama masa persiapan.

“Untuk semua persiapan latihan itu pasti ada sulitnya. Berbagai rintangan pasti kami jalani, tetapi kami harus tetap teguh menyelesaikan setiap masalah dalam latihan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapi adalah ketidakhadiran beberapa anggota pasukan karena berbagai alasan, termasuk tengah berduka. Meski demikian, tim tetap berupaya menjaga kekompakan melalui evaluasi dan briefing rutin.
“Harapan saya semoga kami bisa mendapatkan juara. Semua latihan sudah kami jalani dengan maksimal di sekolah,” katanya.

Hal serupa disampaikan Deo Volente Talondo, anggota pasukan SMP Negeri 1 Sangatta Utara. Menurutnya, proses persiapan yang dijalani tim cukup menantang, namun diyakini akan membuahkan hasil terbaik.
“Persiapannya mungkin cukup rumit, tapi pasti bakal membuahkan hasil yang terbaik,” ucap Deo.
Ia menambahkan, pasukan mendapat pembinaan dari pelatih dan pembina sekolah. Menjelang hari perlombaan, seluruh anggota semakin disiplin dalam mengikuti latihan.

“Harapannya semoga kita semua bisa bertanding dengan serius, lancar, sehat, tidak ada perselisihan, dan semuanya mendapatkan hasil yang terbaik,” tuturnya.
Melalui ajang tersebut, Polres Kutim berharap dapat melahirkan generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, berjiwa nasionalis, serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(kopi17/kopi13/kopi3)
































