Beranda Kutai Timur Mengulur Naga Harus Jadi Ikon dan Daya Tarik Wisata Budaya Sekerat

Mengulur Naga Harus Jadi Ikon dan Daya Tarik Wisata Budaya Sekerat

32 views
0

Mengulur naga dalam puncak Festival Sekerat Nusantara V. Foto: Habibah/Pro Kutim

BENGALON – Prosesi adat mengulur naga yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Sekerat Nusantara V di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Minggu (12/7/2026), diharapkan terus berlanjut sebagai agenda budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.

Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan, rangkaian kegiatan mengulur naga memiliki nilai budaya yang sangat penting bagi masyarakat Sekerat.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelestarian adat istiadat, tetapi juga berpotensi mengangkat sektor pariwisata di wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim).

“Kami berharap rangkaian acara ini terus berlanjut. Melalui kegiatan mengulur naga, kami ingin menarik lebih banyak wisatawan sehingga pariwisata, khususnya wisata budaya di Sekerat, semakin dikenal luas,” ujar Muhammad Harun Al Rasyid saat ditemui awak media Pro Kutim.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.

Prosesi mengulur naga sendiri merupakan napak tilas sejarah yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Sekerat Nusantara V. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat sekaligus mengenang sejarah dan nilai-nilai budaya yang telah mengakar di Desa Sekerat.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Menurutnya, keberagaman budaya merupakan aset berharga yang harus dijaga agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar tradisi seperti Mengolor Naga tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur,” katanya.

Senada dengan itu, Pangeran Hario Noto Negoro memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Sekerat dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan para leluhur. Ia menilai Mengolor Naga merupakan bagian penting dari pelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Menurutnya, prosesi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna historis dan spiritual yang mencerminkan rasa syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Tuhan serta penghormatan terhadap perjalanan sejarah daerah.

Melalui penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara V, diharapkan tradisi mengulur naga semakin dikenal masyarakat luas, menjadi daya tarik wisata budaya unggulan di Kutim sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tingkat regional maupun nasional.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini