Beranda Kutai Timur Ardiansyah Tinjau Kandang Ayam Gemilang, Jadi Contoh Usaha Produktif Desa

Ardiansyah Tinjau Kandang Ayam Gemilang, Jadi Contoh Usaha Produktif Desa

11 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman saat tinjau kandang ayam gemilang. Foto: Habibah Pro Kutim

TELUK PANDAN – Di tengah bentang perkebunan yang selama ini menjadi penyangga utama denyut ekonomi desa di Kutai Timur (Kutim), geliat baru mulai bertunas dari kandang-kandang ayam rakyat. Di Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan, usaha peternakan ayam yang dirintis masyarakat perlahan menjelma menjadi tumpuan ikhtiar baru bagi warga untuk memperkuat penghidupan keluarga sekaligus menopang kebutuhan pangan lokal. Suasana itu tampak ketika Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meninjau kandang ayam milik Kelompok Tani Sawit Mandiri Sejahtera (SMS), Selasa (26/5/2025).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Camat Anwar, unsur Forkopimcam, Ketua Kelompok Tani SMS Sunyoto, serta masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan bagaimana sektor peternakan mulai dilirik sebagai jalan lain membangun ketahanan ekonomi desa. Kandang ayam berdiri memanjang di tengah kawasan permukiman yang masih dilingkupi geliat pembangunan desa persiapan. Di balik aroma pakan dan suara riuh unggas, tersimpan harapan tentang sumber pendapatan yang lebih beragam, tidak semata bertumpu pada hasil perkebunan.

Bupati Kutim Ardiansyah menilai peternakan rakyat memiliki ruang berkembang yang besar apabila dikelola secara ajek (teratur dan berkesinambungan). Menurut dia, kebutuhan pasar terhadap daging ayam terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa. Pemerintah daerah tentu mendukung pengembangan peternakan rakyat agar semakin maju,” ujar Ardiansyah.

Baginya, peternakan rakyat tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, melainkan juga menyangkut sirkulasi ekonomi desa, pembukaan lapangan kerja, dan penguatan kemandirian masyarakat. Ia menilai pola usaha berbasis kelompok seperti yang dijalankan Kelompok Tani SMS dapat menjadi model pengembangan ekonomi desa yang lebih produktif dan memiliki daya tahan.

Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah terus mendorong masyarakat agar tidak hanya menggantungkan penghidupan pada satu sektor usaha. Diversifikasi ekonomi desa, menurut dia, penting agar masyarakat memiliki sumber pendapatan yang lebih lentur menghadapi perubahan kondisi pasar.

Di Teluk Pandan, semangat itu mulai tumbuh dari kandang ayam sederhana milik warga. Pemilik kandang, Rudi, menjelaskan kandang yang dibangun memiliki ukuran 12 x 70 meter dan saat ini menampung sekitar 1.000 ekor ayam potong berusia 23 hari. Usaha tersebut dirintis sebagai langkah awal membangun peternakan mandiri berbasis kelompok masyarakat.

Bagi warga desa, keberadaan kandang ayam bukan hanya soal ternak yang tumbuh saban hari. Ada harapan tentang roda ekonomi yang berputar lebih cepat, mulai dari penjualan pakan, kebutuhan tenaga kerja, hingga potensi pemasaran hasil ternak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Camat Teluk Pandan Anwar menilai pengembangan peternakan rakyat membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar usaha masyarakat tidak berhenti di tahap awal. Pendampingan itu mencakup manajemen usaha, kesehatan ternak, hingga akses pemasaran.

“Kalau dikelola dengan baik, usaha peternakan seperti ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa dan membantu memperkuat ekonomi lokal,” kata Anwar.

Ia menambahkan, keberanian masyarakat membangun usaha produktif perlu diiringi penguatan kapasitas dan kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, serta pelaku usaha. Dengan pola itu, usaha rakyat dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani SMS, Sunyoto, berharap keberadaan kandang ayam tersebut dapat memantik semangat warga lain untuk mengembangkan usaha peternakan maupun sektor produktif lain di desa. Menurut dia, pengembangan usaha berbasis kelompok akan lebih mudah bertumbuh apabila disertai dukungan fasilitas, pembinaan, dan akses pasar yang memadai. Di tengah perubahan lanskap ekonomi pedesaan, model usaha kolektif dinilai menjadi salah satu jalan agar masyarakat dapat bertahan sekaligus berkembang.

Kunjungan itu kemudian ditutup dengan peninjauan area kandang dan perbincangan bersama para peternak mengenai peluang pengembangan peternakan rakyat di Kecamatan Teluk Pandan. Dari kandang sederhana di sudut desa itu, masyarakat mulai menautkan harapan baru: bahwa ekonomi desa dapat bertumbuh bukan hanya dari hamparan sawit, melainkan juga dari usaha rakyat yang dirintis secara tekun dan bergotong royong. (kopi10/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini