Sapi Kurban Presiden seberat 950 Kilogram siap diistribusikan. Foto: Dewi Pro Kutim
SANGATTA – Iduladha di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun ini diselimuti gairah berbagi yang terasa lebih semarak. Di halaman Masjid Al-Falah, kawasan GPL Munthe, Swarga Bara, Sangatta Utara, seekor sapi kurban berbobot hampir satu ton menjadi pusat perhatian warga. Hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, itu hadir bukan hanya sebagai simbol ibadah, melainkan juga penanda ikhtiar pemerataan manfaat kurban bagi masyarakat. Sapi dengan bobot sekitar 950 kilogram tersebut menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang diterima panitia kurban di Kutim tahun ini.
Sejak pagi, warga berdatangan untuk melihat langsung sapi bantuan Presiden yang disalurkan melalui Pemkab Kutim. Suasana halaman masjid dipenuhi percakapan hangat, gotong royong, dan wajah-wajah penuh antusiasme menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan pola penyaluran bantuan hewan kurban tahun ini mulai diperluas. Jika sebelumnya terpusat di masjid utama, kini distribusi dilakukan ke sejumlah masjid agar kebermanfaatannya lebih merata.

“Pusatnya kan tetap Masjid Agung, tapi mulai tahun ini kita coba distribusi ke masjid-masjid yang lain dan alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana,” ujar Ardiansyah.
Menurut dia, bantuan sapi kurban Presiden bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar memperluas jangkauan kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebut bobot sapi yang mencapai hampir satu ton menjadi gambaran besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat daerah.
“Kita lihat tadi sapi yang ada itu hampir satu ton, 950 kilogram, luar biasa. Kita berharap apa yang telah didistribusikan Presiden ini mendapat sambutan dari masyarakat dan warga,” katanya.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya, kurban menjadi ruang perjumpaan antara ibadah dan solidaritas sosial. Daging yang nantinya dibagikan tidak hanya diperuntukkan bagi warga sekitar masjid, tetapi juga menjangkau kawasan lain yang membutuhkan. Dalam khazanah sosial masyarakat Indonesia, semangat seperti ini kerap disebut guyub, suasana kebersamaan yang lahir dari kepedulian antarsesama.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya tata kelola penyaluran kurban yang tertib dan transparan. Ia meminta seluruh proses, mulai dari penyerahan hewan, penyembelihan hingga distribusi daging, didokumentasikan secara lengkap.
“Dokumentasi mulai dari penyerahan sampai pemotongan dan simbolisasi distribusi nanti disampaikan ke pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim untuk dilaporkan kembali kepada Bapak Presiden,” tegasnya.
Selain bantuan pemerintah pusat, penyaluran hewan kurban di Kutim tahun ini turut diperkuat dukungan sejumlah perusahaan melalui program sosial dan pola kemitraan bersama pemerintah daerah. Menurut Ardiansyah, lebih dari 30 ekor sapi telah tersebar ke berbagai wilayah, masjid, pondok, dan lokasi lain yang memerlukan bantuan.
“Di beberapa tempat kita distribusikan baik di masjid maupun pondok dan tempat tertentu lainnya, meskipun memang belum semua masjid bisa mendapat,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Masjid Al-Falah, Agus Sumarto, mengaku bersyukur karena tahun ini masjid yang dikelolanya dipercaya menerima bantuan sapi kurban Presiden melalui Pemkab Kutim.
“Alhamdulillah tahun ini kami dipercaya mendapat bantuan sapi dari Presiden melalui pemerintah daerah bersama Bupati Kutim,” katanya.
Tidak hanya menerima sapi bantuan Presiden, panitia kurban Masjid Al-Falah juga menyiapkan 16 ekor sapi dan enam ekor kambing untuk disembelih pada Iduladha tahun ini. Proses penyembelihan dijadwalkan berlangsung selepas salat Id dengan melibatkan sekitar 100 panitia dan warga setempat. Agus menjelaskan, distribusi daging kurban tidak hanya menyasar jemaah sekitar masjid. Sebagian daging juga akan dikirim ke masyarakat luar kawasan dan sejumlah masjid lain yang membutuhkan bantuan.
“Kami biasanya juga membantu masjid lain yang membutuhkan. Ada proposal masuk ke kami dan insya Allah tetap kami bantu,” ujarnya.

Menurut dia, meski bobot sapi bantuan Presiden mencapai sekitar 950 kilogram, jumlah daging bersih yang nantinya dapat dibagikan diperkirakan berkisar 500 hingga 600 kantong setelah dipisahkan dari tulang dan bagian lainnya. Di Kutim, Iduladha tahun ini kembali memperlihatkan bahwa kurban bukan hanya ihwal penyembelihan hewan. Di balik derap panitia, suara takbir, dan antrean pembagian daging, tersimpan ikatan sosial yang terus dipelihara. Dari halaman masjid hingga permukiman warga, semangat berbagi itu menjelma pengingat bahwa kebahagiaan paling bermakna kerap lahir dari tangan-tangan yang saling menguatkan. (kopi4/kopi3)
































