Beranda Pertambangan & Energi Pembangunan Jaringan PDAM Butuh Rp 92 M Untuk Memaksimalkan Distribusi Air Ibukota

Pembangunan Jaringan PDAM Butuh Rp 92 M Untuk Memaksimalkan Distribusi Air Ibukota

69 views
0
pdam 2016 air bersih

SANGATTA- Aspek pembangunan tidak lepas dari masalah pembiayaan, sama halnya  pembangunan jaringan air bersih  juga membutuhkan dana yang tak sedikit. Dari hasil laporan Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Sangatta Aji Mirni Mawarni, biaya pemasangan jaringan wilayah Sangatta Utara dan Selatan menyentuh angka Rp 92 miliar. Hal itu disampaikan pada rapat coffee morning yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Kabupaten M Edward Azran didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Kabupaten Rupiansyah, di Ruang Meranti Kantor Sekretariat Kabupaten ,Bukit Pelangi beberapa waktu lalu.

Mawarni menyebutkan, di tahun anggaran 2016 ini pihaknya telah merangkum sejumlah rencana pengadaan dan pemasangan  jaringan pipa HDPE yang menelan biaya Rp 92.002.321.650 untuk memenuhi kebutuhan warga. Diantaranya wilayah patung burung sampai dengan terminal daerah ibukota Kabupaten. Berikutnya untuk daerah pertanian, Ring Road dan daerah baru lainnya.

“Kondisi jaringan yang ada di Sangatta Utara Berkapasitas 290 Liter Perdetik melalui IPA Kabo, namun Jaringan yang tersedia  baru 150 liter perdetik, kami membutuhkan pemasangan jaringan lagi, estimasi pembiayaan 92 Miliar,” ujar mawarani sembari menunjukan data jaringan di papan proyektor.
Dilanjutkannya, pembiayaan tersebut dapat melalui pendanaan dari PDAM, pihak ketiga, dan Pemerintah Daerah, PDAM juga merencanakan akan melakukan pembangunan IPA berkapasitas 20 Liter Perdetik di Sangatta Selatan yang dinilai dapat menekan cost serta lebih efisien.

“Jika IPA Sangatta Selatan nanti terbangun bisa menghemat pemasangan jaringan, karena hanya membutuhkan 3-5 kilometer. Namun jika jaringannya kita bangunkan dari IPA Kabo menuju ke Sangatta Selatan maka dibutuhkan pemasangan sepanjang 10 kilometer,” terang wanita berkulit putih itu.

Kini pelangan air bersih untuk daerah Sangatta Utara dan Selatan mencapai 12.000. Terbagi tiga zona, yakni zona aman Poros Kabo, Yos Sudarso 4, Soekarno-Hatta. Lalu zona sedang Yos Sudarso 2, Yos Sudarso 3 dan zona kritis I seperti Abdul Muis dan Yos Sudarso 1. PDAM telah melakukan survey ke sejumlah wilayah meliputi daerah A Wahab Syahranie (eks Jalan Pendidikan), Soekarno-Hatta dan daerah baru lainnya.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Kabupaten Rupiansyah menjelaskan, air bersih merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama warga diperkotaan. Untuk itu peningkatan jaringan distribusi air tersebut harus menjadi prioritas. Jika memungkinkan dia berharap dapat dimasukan dalam ABPD Perubahan. Agar di tahun 2017 warga sudah dapat menikmati distribusi air bersih.

“Jika memungkinkan tolong diusulkan di ABPD Perubahan, walau kita tidak dapat berharap banyak mengingat kondisi ekonomi kita sekarang bahkan di tingkat Nasional. Tetapi tetap diusulkan mengingat permasangan jaringan itu merupakan skala prioritas,” tukasnya.(hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here