Beranda Keagamaan Bupati Resmikan Vihara Sukharama – Akhirnya Lengkap Tempat Ibadah Di Kutim

Bupati Resmikan Vihara Sukharama – Akhirnya Lengkap Tempat Ibadah Di Kutim

122 views
0

Bupati Kutai Timur Meresmikan Vihara Sukharama, Vihara Pertama Di Kutim. Peresmian Ditandai Dengan Penandatanganan Prasasti Dilanjutkan Pengguntingan Pita oleh Bupati, Didampingi Wabub H Kasmidi Bulang dan Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikku Subhapanno Mahathera. (Wak Hedir/Humas) 

SANGATTA – Vihara pertama dan satu-satuntya di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (23/8/2018) diresmikan Bupati Kutai Timur H Ismunandar, di Komplek Thomas Square. 

Vihara yang diberi nama “SUKHARAMA” yang berarti kediaman yang penuh dengan kebahagiaan, ditandai dengan penandatangan Prasasti oleh Bupati H Ismunandar didampingi Wakil Bupati H Kasmidi Bulang dan Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikku Subhapanno Mahathera, dilanjutkan dengan pengguntingan pita. 

Bupati mengatakan dalam bulan ini, dirinya telah meresmikan beberapa tempat ibadah seperti Gereja dan Musolah, dan hingga hari ini juga meresmikan Vihara pertma di Kutai Timur. Ismu merasa bangga dan bahagia, bisa meresmikan beberapa tempat ibadah di Kutim.

“Dengan diresmikannya Vihara Sukharama ini, menambah atau melengkapi tempat-tempat ibadah di Kutim. Jadi semua agama sudah ada di Kutai Timur serta dengan adanya Vihara ini, tentunya kehidupan beragama di Kutim semakin membaik, karena saudara-saudara yang beragama Budha, sudah ada tempat beribadah,”sebut orang nomor satu di Pemkab Kutim ini.  

Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikku Subhapanno Mahathera, mengungkapkan, sejarah Vihara Sukharama tersebut berawal dari kedatangannya atas undangan umat, untuk melakukan pembinaan. Pada awalnya, di Sangatta hanya terdapat satu umat simpatisan Buddhis yang senantiasa berbakti pada Tiratana. 

“Kemudiaan pembinaan sering dilakukan bahkan satu kali dalam satu tahun. Lama-kelamaan mulai muncul simpatisan Buddhis yang baru, sehingga ada seorang simpatisan yang ingin mendanakan sebagian tanahnya 2.478 meter persegi, untuk dibuatkan Vihara yaitu Thomas Winata. Namun keinginan tersebut masih beelum diterima, sampai tiga kali Thomas tetap teguh mendanahkan tanahnya untuk Vihara akhirnya disetujui oleh Subhapanno, karena melihat keteguhan hati seorang umat yang ingin berbuat baik,” ucap Subhapanno. 

Prosesnya, lanjut Subhapanno, yaitu menyerahkan sebidang tanah kepada Yayasan Sangha Theravada Indonesia yang diwakili Adhikusalo Mahathera selaku Padesanaka Kalimanatan Timur.

Sementara itu, Ketua Panitia, Angelina Jenny, yang juga mewakili Ketua Yayasan Kusalamula Sangatta mengatakan, Vihara Sukharama dibangun sejak Agustus 2016, menghabiskan dana sebesar Rp 2,175 miliar rupiah. Namun dana yang dikumpulkan hanya Rp 1,836 miliar, sehingga masih kekurangan dana Rp 337 juta. 

“Kami berharap bisa mendapatkan bantuan danah, dari semua pihak, termasuk Pemkab Kutim,agar pembangunan prasana yang masih kurang dapat segera dibangun,” ujarnya. (hms15).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here