Beranda Pemerintahan Pemadam Kebakaran Kutim Siaga Satu – Selama Ramadhan Dan Lebaran

Pemadam Kebakaran Kutim Siaga Satu – Selama Ramadhan Dan Lebaran

131 views
0

Personil pemadam kebakaran siap siaga di Pos Damkar Jalan Pendidikan Sangatta Utara. (Jani Humas)

SANGATTA – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan dalam kondisi siaga satu sepanjang libur ramadhan dan lebaran.

“Jadi intensitasnya kami tinggatkan dari siaga menjadi siaga satu. Artinya kesiapan terhadap bahaya kebakaran kami tingkatkan lagi. Bahwa kami tidak ingin suatu kebakaran terhadap aset pemerintah, swasta maupun masyarakat,” ucap Plt Kepala Damkar dan Penyelamatan Kutim Basrie saat ditemui dikantornya, Senin (27/5/2019).

Apalagi banyak rumah yang ditinggal oleh penghuninya salama libur lebaran juga rawan kebakaran. Oleh karena itu pihaknya melaksanakan penjagaan selama 1×24 jam yang dibagi dalam dua sif penjagaan.

Sambungnya, pada saat awal ramadhan pihaknya sudah melakukan sidak terhadap 10 pos pemadam kebakaran yang ada di Kutim. Diantaranya, pos pemadam Jalan Pendidikan, Kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Selatan, Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Wahau dan Kongbeng. Seluruh personil selalu dalam posisi siaga satu.

“Jumlah personil yang disiapkan sebanyak 245 personil tersebar di 10 Pos yang tersebar di Sangatta maupun luar Sangatta, diantaranya pos Jalan Pendidikan ada 3 unit mobil pemadam yang 1 mobil water tank (penyuplai air) dengan personil sebanyak 28 orang, kemudian di pos stadion Jalan Soekarno Hatta ada 1 unit mobil pemadam dengan 17 personil, sedangkan pos Sangatta Utara 1 unit mobil pemadan dan 1 unit water tank serta di pos Kecamatan Sangatta Selatan 1 unit mobil dengan 24 personil. Selanjutnya di Kecamatan Bengalon 1 unit mobil pemadam dengan 13 personil,” sebut Basrie menjabarkan tenaga operasional pos pemadam kebakaran Kutim.

Basrie mengimbau masyarakat harus berhati-hati selama ramadhan dan lebaran, terutama dalam penggunaan listrik dan kompor.

“Seperti listrik, stop kontaknya jangan sampai ada timpang tindih, kabelnya harus standar PLN. Kemudian Penyiapan buka puasa dan sahur jangan sampai lalai dalam menggunakan kompor. Karena bahaya kebakaran sangat merugikan kita semua,” ujarnya. (hms10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here