Beranda Entertainment IBI Kutim Bagi Masker Untuk Penjual – Bumil Disarankan Tetap Konsultasi Ke...

IBI Kutim Bagi Masker Untuk Penjual – Bumil Disarankan Tetap Konsultasi Ke Bidan

310 views
0

Kegiatan IBI Kabupaten Kutim dalam mencegah COVID-19 (IST)

SANGATTA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya berperan aktif melakukan serangkain upaya pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19). Selain senantiasa mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan virus Corona, IBI juga melaksanakan kegitan lainnya. Seperti membagikan masker kepada penjual yang ditemui, khususnya yang tidak menggunakan masker, Sabtu (2/5/2020).

Terutama kepada wanita penjual dan pedagang yang ada dipinggir jalan.

“Kami menemukan beberapa ibu penjual ayam dan juga penjual pisang yang tidak menggunakan masker. Sementara pembeli silih berganti datang untuk membeli,” ungkap Ketua IBI Kutim Hj Triana Nur melalui Sekretaris II IBI Kutim Yuliana Kala’lembang, Sabtu (2/5/2020).

Tak hanya memberi masker, para bidan yang tergabung dalam IBI Kutim juga mengingatkan pedagang yang ditemui agar terus mengunakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tidak menyentuh mulut, hidung dan mata serta cuci tangan sebelum masuk rumah.

Yuli menambahkan, selain penjual ayam, pihaknya juga menemukan seorang ibu penjual pisang yang sedang hamil besar dan ternyata tidak memakai masker. Dari keterangan ibu tersebut, sambung Yuli, dia sedang menunggu hari kelahiran buah hatinya.

“Kami menganjurkan untuk tetap menjaga kesehatan, ikuti protokol kesehatan COVID-19. Kami juga mengingatkan kepada para ibu hamil (bumil) agar menghubungi petugas kesehatan atau bidan, jika tanda-tanda persalinan sudah ada,” tuturnya.

Pengurus Cabang IBI, mengimbau kepada seluruh anggota IBI, baik yang praktek mandiri maupun yang bekerja di Puskesmas, Klinik, RS, RSS agar memberi nomor telpon kepada para bumil. Sehingga siap dan dapat dihubungi jika sewaktu-waktu diperlukan untuk konsultasi.

“Jangan sampai takut Puskesmas atau Praktek karena khawatir terpapar COVID-19. Apalagi sampai tidak memperhatikan kesehatan ibu dan bayi,” kata Yuli.

“Kita tidak mau adanya penambahan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Kutim,” tutupnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here