Beranda Pemerintahan Di Wahau, Pemkab Kutim dan Stakeholder Deklarasi – Wujudkan Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

Di Wahau, Pemkab Kutim dan Stakeholder Deklarasi – Wujudkan Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

130 views
0

Wabup Kutim H Kasmidi Bulang saat membuka Workshop Perkebunan Berkelanjutan tingkat Provinsi Kalimantan Timur(Kaltim) di Club House PT Sinar Mas. Foto: Wahyu Yuli Pro Kutim

SANGATTA- Workshop Perkebunan Berkelanjutan tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang berlangsung di Club House Perusahaan Kelapa Sawit Tepian Nadegan PT Sinar Mas di Kecamatan Muara Wahau, Selasa (18/5/2022) malam dibuka Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) H Kasmidi Bulang. Workshop ini dihadiri Kepala Dinas Perkebunan se-Kaltim dan perwakilan beberapa perusahaan perkebunan sawit.

Sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit merupakan satu diantara sumber perekonomian utama Provinsi Kaltim yang mampu mengubah tatanan sosial ekonomi masyarakat. Hampir dua per tiga kawasan budidaya non kehutanan Kaltim diperuntukkan sebagai kawasan perkebunan, yaitu seluas 3,2 juta hektare.

“Dari luasan tersebut, Kutai Timur merupakan daerah tertinggi yang memiliki luas lahan dibebani izin (IUP dan HGU) yaitu 791.203 hektare,” ujarnya dihadapan Sekertaris Perkebunan Kutim Abd Gani Sukkara, Kadis Perkebunan Provinsi Kaltim Ujang Rahmad yang mengikuti secara virtual serta undangan lainya.

Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, menyatakan bahwa pengembangan perkebunan diselenggarakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial budaya dan ekologi. Lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan ditegaskan, bahwa tujuan pengembangan sistem budidaya pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan dan memperluas penganekaragaman hasil pertanian. Guna meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani. Serta mendorong pemerataan kasejahteraan dan kesempatan kerja. Sebagai upaya dan komitmen serius untuk mewujudkan pembangunan perkebunan berkelanjutan, sesuai misi kedua Pemkab Kutim.

“Yaitu, mewujudkan daya saing ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian. Serta misi kelima, mewujudkan sinergitas pengembangan wilayah dan integrasi pembangunan yang berwawasan lingkungan,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Workshop Didi Prayitno menjelaskan, kegiatan rutin tahunan yang akan berlangsung sampai 20 Mei 2022 ini, mengambil tema “Dukungan Multipihak Dalam Percepatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Bagi Pelaku Usaha Perkebunan “. Salah satu pembahasan dalam forum adalah upaya dukungan percepatan pelaksanaan ISPO bagi kebun mandiri atau masyarakat.

“Acara juga dirangkai dengan deklarasi perkebunan berkelanjutan Kabupaten Kutim. Dilanjutkan dengan sharing (berbagi) pengalaman dari pihak perusahaan perkebunan dan tenaga pendamping atau fasilitator empat kelompok tani kelapa sawit yang ada di kecamatan Kongbeng. Serta mitra pembangunan,“ jelasnya. (kopi6/kopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here