Beranda Sosial & Kesehatan Antisipasi Banyaknya Kasus Stunting di Desa – TP PKK Kutim Turun Lapangan...

Antisipasi Banyaknya Kasus Stunting di Desa – TP PKK Kutim Turun Lapangan Beri Edukasi Pencegahan

31 views
0

TP PKK Kutim melakukan kunjungan ke Kecamatan Teluk Pandan guna mengedukasi pengurus TP-PKK Kecamatan dan Desa tentang dampak negatif dari stunting.(ist)

TELUK PANDAN – Stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang saat ini menjadi isu penting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding anak seusianya. Di Kutim ternyata persoalan ini masih terdapat beberapa desa. Khusus di Kecamatan Teluk Pandan, terdapat 6 desa yang masuk dalam kategori lokus stunting.

TP PKK Kutim sebagai mitra kerja Pemkab Kutim ikut berkontribusi menangani masalah stunting. Sebab penanganan masalah stunting bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tugas semua pihak terkait. Terobosan yang dilakukan TP PKK diawali dengan melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Teluk Pandan guna mengedukasi pengurus TP-PKK Kecamatan dan Desa tentang dampak negatif dari stunting.

Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah, saat membuka acara, mengajak seluruh kelompok dasawisma untuk berperan aktif dalam mendata dan mendampingi anak-anak ke posyandu. Utamanya untuk ditimbang dan di ukur pertumbuhan setiap anak. Sehingga apabila memang ditemukan kasus stunting dapat segera diatasi.

“Melalui Dasawisma dan stakeholder lainnya,  kita bersama-sama atasi stunting agar tak terjadi lagi di Kutim,” ajak Siti Robiah.

Sehingga generasi penerus yang tumbuh kembang di daerah ini dapat terus berkembang dalam keadaan sehat jasmani.

Yuliana Kala Lembang selaku Sekretaris Pokja IV TP-PKK Kutim turut mengapresiasi komitmen Camat Teluk Pandan dalam menangani persoalan ini. Ia berharap penurunan jumlah desa lokus stunting di Kecamatan Teluk Pandan dapat benar-benar terwujud.

“Termasuk desa di kecamatan lain yang ada di Kutim, diharapkan dapat menurunkan angka stuntingnya di Kutim. Mari bahu membahu membuat berbagai terobosan guna membebaskan Kutai Timur dari lokus stunting ke depan. Sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ucap Yuli.

Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP), Selasa (5/12021) di ruang pertemuan Kantor Camat Teluk Pandan, Selasa (5/10/2021). 

Sementara itu Camat Teluk Pandan, Amir menegaskan pihaknya berkomitmen untuk berupaya menurunkan angka desa lokus stunting dalam waktu enam bulan ke depan. Tentunya tidak hanya melalui program pemerintah kecamatan, tetapi turut melibatkan berbagai pihak. Termasuk perusahaan dan dunia usaha setempat. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here