Beranda Pemerintahan Sabtu Ini Ribuan Minyak Goreng Didistribusikan – Atasi Kelangkaan, Pemkab Libatkan Distributor...

Sabtu Ini Ribuan Minyak Goreng Didistribusikan – Atasi Kelangkaan, Pemkab Libatkan Distributor Sangatta

652 views
0

Wabup Kasmidi Bulang rapat kordinasi bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kutim, Polres Kutim, Kodim 0909/Kutim, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan pemilik Toko Pulau Emas, diruang kerjanya, Rabu (9/3/2022).

SANGATTA- Antrean masyarakat yang mengular akibat dari langkanya minyak goreng di pasaran beberapa waktu terakhir, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Dalam rapat terbatas, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang membahas persoalan ini agar tak sampai berlarut-larut.

Sebagai solusi, Kasmidi menyebut, Pemkab telah bekerja sama dengan Toko Pulau Mas Jaya Abadi demi mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng. Nantinya segera dilakukan penyaluran 9.000 liter minyak goreng untuk masyarakat. Distribusi akan dilaksanakan Sabtu (12 Maret 2022) ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan distributor Pulau Mas yang punya stock kuota minyak goreng Kaltim. Alhamdulillah dia akan menjaga harga pasar Rp14 ribu per liter. InsyaAllah itu akan lebih banyak lagi kuotanya bagi kita,” sebut Kasmidi dalam rapat kordinasi bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kutim, Polres Kutim, Kodim 0909/Kutim, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan pemilik Toko Pulau Emas, diruang kerjanya, Rabu (9/3/2022).

Kasmidi menyebut Toko Pulau Mas merupakan salah satu penyalur yang memiliki koneksi langsung dengan distributor pusat. Sehingga memiliki kuota pendistribusian langsung. Hanya saja, keterbatasan kuota serta waktu pengiriman yang bergeser-geser menjadi kendala tersendiri.

Kurangnya kuota distribusi minyak ini sejatinya terjadi secara nasional dan berdampak kepada seluruh daerah. Maka dari itu, Kasmidi mengatakan untuk sementara waktu minyak goreng tidak didistribusikan ke warung kecil. Mencegah potensi penimbunan barang.

“Hal ini menjadi langkah Pemkab Kutim dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kutim. Dia (Pulau Mas) tidak ambil untung (besar). Sekarang di lapangan ada yang jual (sampai) Rp 40 ribu per liternya, dia (Toko Pulau Mas) konsisten tetap (menjual) Rp14 ribu,” imbuhnya.

Nantinya mekanisme pembelian dibatasi satu orang hanya mendapat jatah membeli dua liter. Kerjasama dengan toko distributor besar ini akan berlanjut hingga masalah kelangkaan minyak goreng teratasi.

Solusi lainnya selain kerja sama dengan distributor, Pemkab juga tengah melakukan komunikasi dengan perusahaan sawit PT Sinar Mas yang memiliki pabrik turunan CPO menjadi minyak goreng di Banjar agar menambah kuota untuk Kaltim.

Saat ini toko Pulau Emas sedang mengumpulkan kuota minyak goreng sebanyak-banyaknya dan dalam waktu dekat akan didistribusikan langsung kepada masyarakat. Pemilik Toko Pulau Emas Jaya Abadi, Dian Perdana, menyampaikan pihaknya akan menyediakan kuota minyak goreng dalam jumlah banyak.

“Sekitar 7400 kemasan ukuran 2 liter (sama dengan 14800 liter) dengan merk minyak goreng Sovia dan Madina. Berhubung kami memiliki kuota yang besar dan mengalami kesulitan saat pendistribusiannya, untuk itu kami bekerja sama dengan Pemkab Kutim dalam hal disitribusi, dengan segala fasilitasnya. Sehingga pembeli tidak mengalami kesulitan saat mengantre,” ungkap Dian Perdana.

Ditempat berbeda, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa saat ini Pemkab tengah mengusahakan agar di Kutim ada pabrik pengolahan poduk turunan dari Crude Palm Oil (CPO). Salah satunya produk minyak goreng. Mendorong perusahaan agar membangun pabrik dimaksud di sentra industri di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK). Hal tersebut seharusnya sangat mungkin terjadi. Apalagi Kutim memiliki potensi perkebunan kepala sawit yang luar biasa, terdapat pabrik CPO, namun nyatanya belum memiliki pabrik pengolahan produk turunannya. (*/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here