Beranda Pemerintahan Pemkab Kutim dan Untag Samarinda Teken MoU – Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan...

Pemkab Kutim dan Untag Samarinda Teken MoU – Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

177 views
0

MoU – Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Rektor Untag Samarinda Marjoni Rachman menunjukan hasil penandatanganan MoU. (Foto – Ronall J Warsa Pro Kom)

SANGATTA – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) pada Selasa (17/5/2022) siang. Dalam kesempatan tersebut dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara kedua belah pihak, yakni Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman dengan Rektor Untag Dr Marjoni Rachman. Penandatanganan Nota Kesepahaman dimaksud menjadi pembuka rencana kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Momen tersebut turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Samarinda Dayang Donna Faroek dan Kabag Kerjasama Setkab Kutim Ardiyanto Indra, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Basuki Isnawan, serta jajaran lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut, Pemkab Kutim tidak hanya saja melakukan kerjasama dengan Untag. Sebab selama ini telah melakukan kerjasama dengan universitas-universitas lainnya yang ada di Indonesia. Seperti Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Universitas Mulawarman di Samarinda, maupun Universitas Merdeka di Malang.

“Kita harus mengambil manfaat dari MoU ini, manfaat yang bukan pribadi. Tetapi manfaat untuk masyarakat, terutama dalam peningkatan SDM. Saya juga memberikan apresiasi pada Untag Samarinda terkait perihal (rencana kerja sama) ini,” jelasnya.

Berkaitan dengan perihal pendidikan, Bupati Kutim meminta pendalaman lebih matang. Jangan sampai ada pendidikan yang keliru dipahami oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), saat mengambil pendidikan lanjut. Karena ada aturan Menteri yang membuat ASN terikat dengan jam kerja.

Bincang – Setelah melakukan penandatanganan MoU, Bupati Ardiansyah Sulaiman (kanan) berbincang dengan Rektor Untag (kedua dari kanan) bersama Dayang Donna Faroek. (Foto – Ronall J Warsa)

“Menempuh pendidikan tidak ada persolan, nanti kita lihat ada potensi berikutnya. Seperti ada tugas belajar, kemudian izin belajar untuk menimba ilmu,” ungkap Bupati untuk memberi peluang ASN di Kutim meningkatkan kualitas SDM-nya.

Menyangkut peningkatan kualitas SDM, Rektor Untag Samarinda Marjoni Rachman mengingat awal berdirinya Kabupaten Kutim. Pada medio 2001, banyak ASN di daerah ini yang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Untag. Dengan kata lain, Untag Samarinda dari dulu tetap berkomitmen untuk membantu pengembangan SDM.

“Bahkan sejak dulu kita membuka kelas belajar untuk PNS di Kutim. Sehingga banyak sekali pejabat-pejabat di Kutim yang lulusan Untag,” ungkap Rektor.

Walaupun MoU ini merupakan yang pertama dilakukan antara Untag dan Pemkab Kutim, namun menurut Marjoni pada masa lalu, dirinya yang dipanggil untuk membantu Bupati Awang Faroek Ishak. Khusus untuk memudahkan ASN di Kutim memperoleh pendidikan. Termasuk pada masa Bupati Mahyudin, maupun pada masa Bupati Isran Noor.

Untag Samarinda tidak saja melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan, namun juga berupaya untuk melakukan kerja sama dalam bidang penelitian hingga pengabdian masyarakat. Tujuan utama kesepakatan ini adalah melakukan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Dalam pelaksanaannya ada delapan bidang, salah-satunya adalah bidang Bina Desa. Mengingat banyak Program Studi (Prodi) di Untag yang dapat diterjunkan untuk itu. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here