Beranda Kutai Timur Cantiknya Danau Senal di Muara Wahau – Destinasi Wisata Eks Galian Tambang...

Cantiknya Danau Senal di Muara Wahau – Destinasi Wisata Eks Galian Tambang Batu Gunung

97 views
0

Pemandangan cantik bentangan Danau Senal yang ada di Muara Wahau. Salah satu destinasi baru yang terus dikembangkan oleh pengelola setempat dengan didukung fasilitas lainnya. Foto: ist

MUARA WAHAU – Kecamatan Muara Wahau tidak hanya kaya dan luas dengan perkebunan kelapa sawitnya, namun destinasi wisata baru terus muncul ke permukaan dengan segala keunggulan potensi alamnya. Salah satu objek wisata yang dikembangkan yakni Danau Senal di Desa Nehes Liah Bing.

Memiliki luasan danau kurang lebih 300 M2 dan luasan keseluruhan 5 hektare, dulunya danau ini merupakan bekas galian tambang golongan C (batu gunung) yang membentuk danau.

“Setelah tidak beroperasi lama, akhirnya danau tersebut dimanfaatkan untuk tempat wisata,” ungkap pengelola wisata Danau Senal yakni Matt Shiang didampingi Kasi Objek Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim Akmad Rifanie kepada Pro Kutim, Senin (23/5/2022).

Pemanfaatan ini dilakukan secara mandiri dengan membersihkan, menata dan membangun beberapa spot daya tarik. Seperti gazebo, gapura, tulisan nama objek wisata, spot foto, area memancing, camping dan sebagainya. Selain itu, kawasan sekitar danau ditanami berbagai tanaman seperti jambu kristal, bunga, pohon karet dan tanaman lainnya agar terlihat indah dan asri.

Ditambahkan Matt, tujuan dari diciptakan dan dikembangkannya daya tarik kreatif di Danau Senal. Yakni menjaga kelestarian lingkungan dan tentunya pemanfaatan lahan yang sudah tidak difungsikan lagi.

“Hasilnya tentu menambah pendapatan keluarga dan pekerja, berkontribusi membuka lapangan kerja dan tempat bersantai masyarakat,” ungkapnya.

Di Danau Senal juga dikembangkan pemanfaatan limbah sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang memiliki daya tarik. Contohnya barang-barang bekas terutama botol-botol dan limbah lainnya seperti kantung plastik yang terkadang mengganggu pemandangan dan lingkungan turut dimanfaatkan. Sebagai bentuk kepedulian dan keinginan menjadikan barang-barang tersebut menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan berguna, timbul rasa kreativitas dan keinginan bagaimana caranya semua itu bisa bermanfaat terutama sebagai daya tarik wisata di kawasan Danau Senal.

“Akhirnya limbah-limbah tersebut dengan kreativitas dan kesabaran bisa dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan yang berguna. Seperti pot bunga, dermaga apung (dalam proses pengumpulan bahan), gelas, pot dari kain bekas, sofa dan sebagainya yang akan terus dikaji apa saja yang bisa dibentuk dari limbah tersebut,” jelasnya.

Harapannya ke depan, strategi dalam menjalankan daya tarik kreatif di destinasi yang dikelola agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan menyiapkan daya tarik wisata kreatif, alam dan buatan dengan tetap mempertahankan prinsip keindahan, kebersihan, keamanan, kenyamanan dan kenangan. Selanjutnya, pencapaian daya tarik kreatif yang dikembangkan ingin banyaknya wisatawan yang bisa berkunjung dan menikmati Danau Senal. Karena lokasi ini menawarkan paket lengkap.

“Bukan hanya untuk tempat santai saja sambil menikmati suasana alam yang masih asri, pengunjung juga bisa menikmati hasil agrowisata,” tutupnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here