Beranda Kutai Timur Penurunan Kualitas Lingkungan Jadi Bahasan Utama Rakorda DLH Se-Kaltim

Penurunan Kualitas Lingkungan Jadi Bahasan Utama Rakorda DLH Se-Kaltim

175 views
0

Bincang Hangat : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutim Aji Wijaya Effendie (kiri) berbincang hangat dengan Kepala DLH Provinsi Kaltim Encek Ahmad Rafiddin Rizal. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Persoalan lingkungan hidup bukan hanya menjadi fokus satu wilayah administrasi pemerintahan saja, namun menjadi perhatian bersama antara kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim). Dari wilayah hulu hingga hilir akan terdampak persoalan berkaitan lingkungan.

Berkenaan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup se-Kaltim di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 23-24 Mei 2022. Ada tiga agenda utama rakor tersebut. Mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga perumusan dan penyampaian hasil-hasil rapat koordinasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim Encek Ahmad Rafiddin Rizal dalam pidatonya menyebutkan tema yang diangkat yakni “Sinergisitas Penguatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Menuju Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Timur yang Berdaulat”. Amat relevan dengan kondisi Kaltim sekarang, sebab telah terjadi penurunan kualitas di provinsi ini.

“Seperti adanya peningkatan jumlah bencana, terutama banjir. Meningkatnya pencemaran dan efek rumah kaca, serta belum optimalnya penanganan sampah,” ucapnya.

Diterangkanya lebih jauh pada sisi klimatologi, berdasarkan stasiun pengamatan cuaca di bandara di Balikpapan dan Samarinda. Curah hujan di Kaltim berada pada kondisi sedang, atas dasar catatan tahunan. Resiko bencana adalah penilaian dari dampak yang diperkirakan. Dengan kejadian bencana paling berpotensi di Kaltim adalah banjir dan kebakaran pemukiman maupun hutan. Lalu ada kekeringan, cuaca ekstrim, longsor, abrasi, maupun kebakaran hutan.

“Dari sisi demografi penduduk Kaltim mengalami kenaikan, baik karena pertumbuhan secara alami maupun dari imigrasi. Jumlah penduduk berdasarkan data tahun 2019 kurang lebih berjumlah 3,6 juta jiwa, laju pertumbuhan penduduk 1,9 persen selama dua tahun terakhir,” jelasnya.

Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kabupaten yang paling tinggi pertumbuhan penduduknya mencapai 7,50 persen. Sedangkan pertumbuhan penduduk yang terendah adalah Kutim 0,14 persen.

“Konsep pembangunan daerah, tentunya kita menginginkan suatu perubahan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Proses perubahan yang dimaksud dari sisi ekonomi, dengan penggunaan sumber daya alam yang tidak merusak lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi Berani untuk Kaltim Berdaulat,” tegasnya. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here