Beranda Pemerintahan Kelola 22 IPA dan Produksi 650 Liter Per Detik – Berikut Sumber...

Kelola 22 IPA dan Produksi 650 Liter Per Detik – Berikut Sumber Air Baku Perumdam TTB Kutim 

195 views
0

SUNGAI : Nampak seorang ibu yang menggendong balita, saat beraktifitas pada pagi hari di Sungai Wahau (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur (Kutim) pada masa sekarang tidak lagi terkendala untuk mendapatkan air bersih, apalagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim terus memperluas cakupan pelayanan administrasi, maupun cakupan pelayanan teknisnya. Di daerah pedalaman hingga pesisir.

Sumber mata air yang menjadi pemasok air minum untuk warga rata-rata berasal dari sungai. Seperti sungai Wahau yang bermuara di Kedang Pala ke sungai Mahakam, yang kemudian melayani pelanggan di Muara Wahau, Kongbeng, Telen hingga Batu Ampar. Lalu ada sungai Sangatta, Void (lubang bekas tambang, red), sungai Massabang, Teluk Pandan ada Telaga Batu Bening.

“Memang sungai paling banyak menjadi sumber mata air yang kemudian kita proses jadi air minum. Selanjutnya ada telaga hingga lubang bekas tambang yang airnya layak diproses dan kemudian disalurkan pada para pelanggan,” ujar Direktur Perumdam TTB Kutim Suparjan.

Sumber air baku yang dipergunakan Perumdam TTB Kutim lainnya, sungai Bengalon. Mata air Gunung Sekerat yang menembus pelayanan di wilayah Sekerat dan Kaliorang. Sungai Kaubun, sungai Penyarai di Karangan, sungai Antan di Busang yang bermuara ke sungai Kelinjau, Senambah ke Sungai Ngayau.

Suparjan kemudian menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, Perumdam TTB memiliki 22 Instalasi Pengolahan Air (IPA). Tersebar dengan kapasistas total berjumlah 650 liter per detik.

Di Sangatta Utara terdapat IPA di Kabo dengan kapasitas 280 liter per detik, IPA Kudungga 100 liter per detik, IPA Bukit Pelangi 10 liter per detik sebagai back up (cadangan). Untuk Sangatta Selatan 20 liter per detik, Teluk Pandan 5 liter per detik, Rantau Pulung 5 liter per detik plus yang baru selesai dibangun 25 liter per detik. Adapun selanjutnya Bengalon 15 liter per detik, desa Sekerat 10 liter per detik, desa Kaliorang 50 liter per detik, Kaubun 10 liter perdetik. Karangan 5 liter per detik, Sandaran 5 liter per detik, dan Telen sebesar 10  liter per detik.

“Di Wahau ada dua, Wahau Lama 5 liter per detik dan Wahau Dua 60 liter per detik. Kongbeng memiliki kapasitas 5 liter per detik, Batu Ampar 5 liter per detik, Long Mesangat 10 liter per detik. Busang 10 liter per detik, Muara Bengkal 25 liter per detik, Muara Ancalong 15 liter per detik, Senambah 5 liter per detik, dan terakhir di Senyiur kapasitasnya 10 liter per detik,” jelas pria berkacamata ini. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here