Beranda Infrastruktur Peletakan Batu Pertama, Tanda Dimulainya Kotaku di Sangkulirang

Peletakan Batu Pertama, Tanda Dimulainya Kotaku di Sangkulirang

66 views
0

Momen peletakan batu pertama dalam program Kotaku di Kecamatan Sangkulirang. Foto: Ist

SANGKULIRANG – Kecamatan Sangkulirang bersiap menjalankan program kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) kota tanpa kumuh (Kotaku). Hal ini ditandai dengan peletakan secara simbolis Wabup Kutim Kasmidi Bulang bersama Anggota Komisi V DPR RI Irwan di Desa Benua Baru Ilir, Selasa (2/8/2022).

Kemudian peletakan batu pertama tersebut dilanjutkan oleh Anggota DPRD Kutim Agusriansyah Ridwan serta Kasi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur (Kaltim) Alfrits Steeve Willy Makalew.

Dalam kesempatan itu, Wabup Kutim Kasmidi Bulang mengatakan dengan program Kotaku ini tentunya menjadi terobosan yang sangat luar biasa. Terlebih konsep ini berasal dari masyarakat sendiri dan kemudian dilaksanakan oleh masyarakat.

“Terus pekerjaannya juga berasal dari masyarakat di sini, dengan biaya-biaya yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya

Untuk itu, dirinya berharap agar konsep program Kotaku ini bisa diadopsi dan bisa diterapkan di Kutim.

“Nanti kita bisa diskusikan lagi bagaimana konsepnya, pendekatan aturannya bagaimana. Jika diperbolehkan. Ini konsep yang paling bagus dan paling mengena saya pikir, daripada harus ada tender yang lama, dan ini semua bisa menjadi referensi bagi kita untuk bisa dilakukan,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Irwan mengutarakan program Kotaku ini merupakan salah satu program strategis yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di perkotaan, terutama dalam hal peningkatan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Program ini memang untuk mempercepat mengurangi permukiman kumuh di perkotaan, yang berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam kegiatan program Kotaku ini rencananya akan dilakukan beberapa pekerjaan seperti pengerasan jalan dengan menggunakan paving dan beton, serta peningkatan jalan semenisasi hingga perbaikan drainase.

“Pada prinsipnya, semangatnya adalah melibatkan langsung masyarakat dalam pembangunan. Dimana program ini juga bisa membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. Ini adalah program-program yang sifatnya pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat,” terangnya. (kopi13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here