Timkes Kehewanan DTPHP Kutim saat melakukan kroscek dengan melabeli stiker sehat untuk hewan ternak.Foto: Miftah/Pro Kutim
SANGATTA – Pengawasan kesehatan hewan kurban di Kutai Timur (Kutim) mulai diperketat menjelang Iduladha 1447 H pada Rabu (27/5/2026) mendatang. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim menurunkan Tim Kesehatan (Timkes) Hewan untuk melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lapak penjualan sapi kurban di kawasan Jalan AW. Sjahranie (Eks Pendidikan), Sangatta Utara, Selasa (12/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat kelayakan sebelum Iduladha. Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kondisi fisik sapi sekaligus mengecek dokumen administrasi kesehatan milik pedagang.

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia, mengatakan pengawasan dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat agar hewan kurban yang beredar benar-benar aman.
“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan hewan yang masuk dan dijual di Kutai Timur sudah melalui prosedur kesehatan yang sesuai. Semua harus dilengkapi surat jalan dan hasil uji laboratorium,” ujarnya mewakili Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium harus menunjukkan status negatif penyakit sehingga hewan dinyatakan sehat dan telah lolos proses karantina. Selain pemeriksaan dokumen, petugas juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi mulut, kaki, hingga pergerakan hewan guna memastikan tidak ada gejala penyakit menular.
Untuk menjangkau seluruh titik penjualan, Timkes Hewan dibagi menjadi dua wilayah kerja, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Langkah ini dilakukan agar pengawasan dapat berjalan lebih maksimal seiring meningkatnya aktivitas penjualan hewan kurban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh sapi yang diperiksa berada dalam kondisi sehat dan layak jual. Petugas hanya menemukan luka ringan pada bagian kaki salah satu sapi akibat proses perjalanan distribusi. Namun kondisi tersebut dipastikan tidak memengaruhi kesehatan hewan secara keseluruhan.
“Hanya luka ringan karena perjalanan. Bukan penyakit dan bisa segera pulih setelah diberi penanganan,” jelas Cut Meutia.

Sebagai bentuk penanda telah lolos pemeriksaan kesehatan, petugas memberikan stiker sehat pada hewan yang memenuhi standar kesehatan dan kelayakan kurban.
Salah seorang pedagang sapi, Sopyan, menyambut baik pemeriksaan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, proses pengecekan berlangsung lancar dan membantu meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap hewan yang dijual.

“Kalau sudah diperiksa dan dinyatakan sehat, pembeli juga jadi lebih yakin,” katanya.
Ia menyebut sebagian besar sapi yang dijual didatangkan dari wilayah Sulawesi, seperti Mamuju dan Bone, dengan dokumen kesehatan yang telah dilengkapi sebelum masuk ke Kutim.
Melalui pengawasan rutin ini, DTPHP Kutim berharap masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat, sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menjelang Iduladha.(kopi8/kopi13/kopi3)


























