Beranda Humas Kutim Persaudaraan Setia Hati Terate Kutim – Sahkan 116 Warga Baru

Persaudaraan Setia Hati Terate Kutim – Sahkan 116 Warga Baru

441 views
0

Sebanyak 116 siswa disahkan menjadi warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kutai Timur (Kutim) Pusat Madiun, Jumat, (14/9/2019). (Foto: Jani Humas)

SANGATTA – Setelah sebelumnya melewati berbagai latihan dan ujian, sebanyak 116 siswa disahkan menjadi warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kutai Timur (Kutim) Pusat Madiun, Jumat, (13/9/2019).

Para warga baru ini berasal dari dari beberapa ranting di 10 Kecamatan yang ada di Kutim. Yaitu Sangatta Utara, Sangkulirang, Kaubun, Kaliorang, Rantau Pulung, Muara Bengkal, Long Mesangat, Batu Ampar dan Muara Wahau.

Acara yang dibalut dengan tasyakuran ini dihadiri Sekretaris Kabupaten Kutim Irawansyah mewakili bupati. Selain itu, turut hadir perwakilan Polda Kaltim Kompol Ari Nugroho, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutim Uce Prasetyo, unsur FKPD, perwakilan Dewan Pusat PSHT, 11 Dewan pengesah Kaltim serta para anggota PSHT Kutim dan undangan lainnya.

Kegiatan pengesahan ini dimulai sejak pukul 21.00 WITA (13/9/2019), berakhir sekitar pukul 04.00 WITA hari berikutnya. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PSHT, pembacaan mukadimah PSHT kemudian penjelasan soal tumpeng, dan doa bersama oleh perwakilan Dewan Pusat PSHT.

Menurut Seskab Irawansyah, PSHT merupakan organisasi yang sangat bermanfaat baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seperti makna yang terkandung di dalam mars PSHT semua tidak lain adalah membela bangsa, persatuan dan Pancasila. Hal inilah merupakan dasar prinsip dari pada perguruan organisasi yang dibentuk.

“PSHT cabang olahraga yang bersumber dari nilai luhur bangsa Indonesia. Sudah banyak dibuktikan olahraga pencak silat mendapat penghargaan di dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan diajang Asian Games lalu telah banyak menorehkan prestasi,” jelas Irawan.

Dirinya berpesan, kepada warga baru yang akan disahkan agar terus giat berlatih dan memperdalam ilmu yang diberikan oleh pelatih. Sebab, ilmu yang didapat sangat bermanfaat bagi diri dan organisasi serta tak kalah penting adalah menjaga rasa persatuan dan kesatuan.

Sementara itu, Ketua IPSI Kutim Uce Prasetyo berharap, kepada perguruan apapun yang ada dibawah naungan IPSI kalau ada suatu konflik baik itu dirumah tangga (organisasi) atau dengan perguruan lain, dirinya meminta agar ditangani dengan hati yang baik jangan sampai terjadi gesekan fisik.

“PSHT hanya satu, jangan dinodai, jangan disakiti. Kita buktikan Kutim kondusif dan aman. Jangan malah terpancing oleh sindiran yang tidak ada tanggung jawabnya. Jangan juga terpancing dengan olokan yang tidak ada manfaatnya,” seru Uce yang juga menjabat sebagai Ketua Sementara DPRD Kutim.

Sebelumnya, Katua PSHT Kutim Munir Syafi’i mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Kutim yang telah memberikan tempat dan ruang untuk PSHT Kutim. Dirinya juga mengajak sedulur keluarga PSHT untuk selalu menjaga suasana Kutim yang aman dan kondusif.

“Saya berpesan kepada saudara yang disahkan menjadi warga tingkat satu. Berilah contoh kepada masyarakat, minimal kepada diri sendiri lalu keluarga dan lingkungan sekitar. Sinari dengan perbuatan yang baik jangan malah menjadi provokator dilingkungan anda,” ujar Munir. (hms10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here