Beranda Humas Kutim Dari Dialog Kutim Kontemporer – “Pendekatan Holistik Atasi Peredaran Narkoba”

Dari Dialog Kutim Kontemporer – “Pendekatan Holistik Atasi Peredaran Narkoba”

93 views
0

Saat Wakil Bupati Kasmidi Bulang memberikan sambutan dalam kegiatan diskusi Dialog Kutim Kontemporer. (Foto: Alvian Humas)

SANGATTA – Indonesia darurat narkotika, kesimpulan tersebut sebagai bentuk keprihatinan bersama terhadap permasalahan narkotika yang tak kunjung reda, malah terus tumbuh dengan subur di negeri ini, termasuk di Kutai Timur. Situasi darurat yang memprihatinkan ini juga terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan, hingga 2019 ini, relatif tanpa perubahan yang berarti.

Inilah yang melatarbelakangi KNPI Kutim menggelar dialog bertemakan Mencari Terobosan Baru Dalam Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika di Kutim bekerjasama dengan Polres Kutim, Komisi D DPRD Kutim, BNK, Granat Kutim, Bagian Hukum dan Bappeda di Hotel Victoria Sangatta, Senin (28/10/2019).

Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengucapkan terima kasih kepada KNPI Kutim yang sudah menggelar kegiatan diskusi seperti ini. Penyalahgunaan narkotika  sekarang ini bukan hanya menyasar kalangan generasi muda tetapi semua kalangan termasuk pelajar dan anak – anak.

“Ini fakta, pengguna narkoba bukan hanya kalangan pemuda tapi juga pelajar dan anak- anak. Harus ada upaya atau terobosan baru bagaimana meminimalisir penyalahgunaan narkotika sekarang ini. Generasi muda adalah tulang punggung dan harapan bangsa di masa depan, jangan sampai terpapar dengan hal- hal negatif seperti ini (narkotika),” ujarnya saat membuka dialog tersebut.

Kasmidi mengharapkan ada terobosan baru yang bisa dihasilkan dari dialog ini yang bisa digunakan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kutim.

Sebelumnya, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menyampaikan bahwa Kutim termasuk jalur utama peredaran narkotika di Kaltim. Buktinya pada 2016 ada temuan barang bukti (bb) 17 kilogram sabu- sabu di Bengalon, kemudian 2018 kemarin ditemukan lagi 37 kilogram bb sabu – sabu.” Ini temuan yang sangat besar dan membuktikan bahwa pangsa pasar narkoba di Kaltim sangat tinggi. Para bandar narkotika lebih memilih jalur darat yang lebih aman dibandingkan jalur laut dan udara.

Kapolres AKBP Teddy Ristiawan melaporkan bahwa pada 2018 ada 115 kasus narkoba dengan 129 tersangka. 70 tersangka berusia 16 – 29 tahun. Kemudian pada 2019 ada104 kasus dengan 124 tersangka. 64 tersangka berusia 16 – 29 tahun. Narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa dan menjadi musuh bersama bangsa.

“ Informasi ini membuktikan bahwa penyalahgunaan narkotika dominan pada usia produktif, sangat memprihatinkan. Dari segi penindakan Polres Kutim tidak main- main, buktinya sudah 3 anggota Polres Kutim dipecat lantaran terbukti dalam tindak pidana narkoba,” tegas AKPB Teddy Ristiawan.

Sementara itu Ketua KNPI Kutim, Munir Perdana mengatakan bahwa alasan mengambil tema ini karena  fakta-fakta permasalahan berikut. Kejahatan narkotika tanpa pandang bulu. Kedua, prevalensi penyalahgunaan trennya naik dari tahun ke tahun. Meskipun aparat keamanan sudah bekerja maksimal.

“Kegiatan ini adalah agenda rutin bulanan KNPI sebagai wadah bagi generasi mudah untuk berdiskusi, bertukar pikiran membicarakan hal- hal yang menjadi sorotan masyarakat saat ini seperti narkoba. Harapannya ada terobosan baru yang bisa melibatkan masyarakat secara luas untuk membatasi ruang gerak peredaran narkotika yang cukup tinggi di Kutim,” harap Munir.

Dari diskusi tersebut ada beberapa usulan  terobosan yang mungkin bisa digunakan dalam pemberantasan narkotika diantaranya penerbitan Peraturan Daerah, pemanfaatan alokasi dana desa untuk program sosialisasi secara masif ke masyarakat, pendekatan agama dan kekeluargaan, pengalihan minat generasi muda ke ruang – ruang publik seperti kedai kopi serta pendekatan budaya lokal. (hms4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here