Beranda Infrastruktur Listrik 24 Jam Jadi Usulan Prioritas – Mulupan dan Senambah Masih Bergantung Genset

Listrik 24 Jam Jadi Usulan Prioritas – Mulupan dan Senambah Masih Bergantung Genset

231 views
0

Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyerahkan daftar kegiatan Kec Muara Bengkal 2020 kepada Camat Muara Bengkal Azis Mujais. (Foto Alvian Pro Kutim)

MUARA BENGKAL- Warga Desa Mulupan dan Senambah di Kecamatan Muara Bengkal sangat mendambakan layanan listrik PLN 24 jam seperti desa lainnya di Muara Bengkal. Hal tersebut disampaikan Kaur Pemerintahan Desa Sophian Agus saat Musrenbangcam di Desa Muara Bengkal Ulu, Selasa (11/2/2020).

Sophian Agus mengatakan kendala saat ini belum adanya pemasangan tiang listrik dan jaringan kabel mulai dari perbatasan Desa Ngayau ke Senambah. Selanjutnya ke Desa Mulupan sepanjang 36 kilometer.

“Saat ini warga di Mulupan masih menggunakan genset untuk penerangan di malam hari. Paling lama durasinya 4 jam, mulai pukul 6-10 WITA dengan konsumsi premium 2 liter dengan harga Rp 10.000 per liter,” jelasnya.

Rata – rata Rp 20.000 pengeluaran warga permalam. Jika ditotal sebulan bisa sampai Rp 600.000. Tentu jika dibandingkan menggunakan listrik PLN, diprediksi warga bisa berhemat, Rp100.000 per bulan dengan listrik 24 jam.

Sementara itu Camat Muara Bengkal Aziz Mujais  menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa pemerintah kecamatan sudah berdiskusi dengan pimpinan di kabupaten (Bupati dan Wakil Bupati) bersama pihak PLN beberapa waktu lalu. Untuk melakukan survey dan studi feasibilty (kelayakan) ke 2 lokasi tersebut.

“Pertemuan sudah dilakukan dengan PLN yang difasilitasi Bupati dan Wakil Bupati, namun hingga kini masih belum ada tindaklanjut di lapangan. Kita terus mendorong upaya ini ke kabupaten agar kebutuhan dasar bagi warga di 2 desa tersebut bisa menikmati listrik PLN 24 jam. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dieksekusi,” ujar Azis.

Selain listrik warga di dua desa tersebut juga mengusulkan peningkatan ruas jalan poros Ngayau ke Mulupan. Hal ini menjadi prioritas karena merupakan satu-satunya akses mobilisasi warga dan barang.

“Jika terjadi hujan walaupun sebentar, akses warga menjadi terganggu. Bahkan kadang warga tidak bisa melintasinya dan menitipkan kendaraannya di rumah warga, keesokan harinya jika agak kering baru diambil,” ujar Azis.

Ia menambahkan ada 510 KK warga, Desa Senambah atau setara 2.000 jiwa. Sedangkan di Desa Mulupan ada 414 KK atau setara 1.200 jiwa. Saat ini semuanya masih berharap listrik PLN segera masuk diwilayah mereka. (hms4/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here