Beranda Pemerintahan Pemkab Kutim Seriusi Komitmen Elimininasi TBC – Sosialisasikan Perpres/67 dan Monev Program...

Pemkab Kutim Seriusi Komitmen Elimininasi TBC – Sosialisasikan Perpres/67 dan Monev Program Tuberkolosis 

84 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam pengarahan sosialisasi Perpres Nomor 67 dan Monev Program Tuberkolosis (TBC) Kutim bersama Kemenkes RI. Foto: Irfan Pro Kutim

SAMARINDA- Dalam sosialisasi Perpres Nomor 67 dan Monev Program Tuberkolosis (TBC) bertajuk “Investasi untuk Eliminasi TBC, Selamatkan Bangsa” di Lantai 3 Crystal Room Hotel Mercure, Kamis (31/3/2022), Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak kepada seluruh lintas sektor untuk percepatan penanggulangan TBC.

“Perpres ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran lintas terutama pemerintah dan swasta serta segenap lapisan masyarakat dalam mencapai eliminasi TBC tahun 2030 sebesar 90 persen,” tegas pada kegiatan gawean Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut.

Penegasan komitmen tersebut turut didengar Ketua DPRD Kutim Joni, Kepala Dinas Dinkes Kutim dr Bahrani Hasanal, dua narasumber yakni Sub Subtansi TBC Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Endang Lukitosari dan Fungsional Epidemiolog Kesehatan Madya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Ratna Dilliana Sagala dan sejumlah undangan yang hadir seperti perwakilan RSUD Kudungga, RS Medika Sangatta, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutim, Kepala UPT Puskesmas se-Kutim dan yang lain.

Ardiansyah menegaskan langkah eliminasi TBC telah dilakukan melalui pencegahan, penemuan kasus baik secara aktif dan pasif, diagnosis serta terapi. Namun, pandemi COVID-19 juga berdampak pada penurunan notifikasi kasus TBC dari 563.456 pada 2019, menjadi 362.418 kasus pada 2020. Dengan tingkat keberhasilan pengobatan TBC yang masih sama yakni sebesar 83 persen. Kurang optimalnya penanganan TBC selama masa pandemi dikhawatirkan dapat berdampak pada keberhasilan pencapaian target eliminasi TBC. Jadi, dibutuhkan lagi komitmen kuat untuk mengatasi rendahnya penemuan dan keberhasilan pengobatan kasus TBC.

“Nah, penanggulangan TBC di Kutim hanya dapat berhasil jika seluruh pihak terkait memperkuat kolaborasi dan mengamanatkan pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC yang diarahkan oleh Dinkes Kutim. Saya berharap jajaran lintas sektor dan masyarakat dapat selalu berkomunikasi, berkoordinasi dan berkolaborasi dengan baik,” tegasnya dalam arahan singkat.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kutim sekaligus Ketua Pelaksana dr Bahrani Hasanal mengutarakan bahwa kegiatan ini turut memperingati Hari TBC Sedunia yang jatuh pada 24 Maret setiap tahunnya. Momen ini juga dalam kampanye nasional TBC dalam upaya mendorong lebih banyak orang melakukan deteksi dini, mencari perawatan TBC serta membantu penyedia layanan kesehatan untuk mempertahankan perawatan yang berkualitas tinggi bagi pasien saat merespon lonjakan COVID-19.

“Kita tahu penyembuhan TBC itu cukup lama karena banyak kasus yang drop out jadi tidak sampai tuntas. Ketika berhenti berobat sehingga penularan tetap berjalan. Jadi lewat momen ini serta adanya dukungan Perpres Nomor 67 peta jalan menuju eliminasi akan semakin bersama-sama berbuat dan mengupayakan maksimal memperkuat komitmen kita semua untuk bersama-sama menanggulangi TBC,” tegasnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here