Beranda Kutai Timur Jadi Bapak Asuh Anak Stunting, Dandim 0909/KTM Bakal Genjot Program Secara Masif

Jadi Bapak Asuh Anak Stunting, Dandim 0909/KTM Bakal Genjot Program Secara Masif

193 views
0

SANGATTA- Langkah strategis dan terpadu harus dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai bentuk upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satunya melalui pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Stunting.

Melalui program TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Kutim, Dandim 0909/KTM Letkol CZI Heru Aprianto bersama Ketua Persit Cabang LVI Kodim 0909/KTM Ny Tantri dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Anak Asuh Stunting. Kamis (29/9/2022).

Setelah dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Kutim, menurut Dandim, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna merumuskan strategi terbaik. Mengakut soal program apa yang digunakan guna mempercepat proses penurunan stunting di wilayah kerjanya.

“Dari data yang kami dapatkan untuk angka stunting cukup tinggi yaitu 489 orang sampai bulan Februari 2022. Maka dengan program yang sudah dijaga secara bersama-sama ini, kami mengajak untuk selalu berkoordinasi dengan baik. Menyusun mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan tindakan di lapangan dalam rangka mengatasi penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Kutai Timur,” kata Dandim 0909/KTM Letkol CZI Heru Aprianto.

Dandim menambahkan, pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting menjadi bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutim. Stunting dianggap berbahaya karena merupakan gangguan pertumbuhan anak. Anak tidak tumbuh tinggi seperti anak seusianya atau disebut juga dengan kerdil akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Dia menganggap hal itu kurang baik dalam tumbuh kembang anak.

“Demi mengurangi jumlah anak yang masuk dalam kategori stunting, nantinya Bapak dan Bunda Asuh anak Stunting (Kami) akan melakukan pendampingan dan pengawasan. Serta memberikan bantuan dalam pemenuhan kebutuhan gizi, agar anak tersebut bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya,” ujar Dandim.

Dia kembali menegaskan, melalui program TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Kutim tidak hanya menjadi seremonial saja. Sebab seluruh anggota Kodim 0909/KTM sangat siap, menghentikan, menurunkan dan mengentaskan angka stunting. Untuk itu nanti Danramil di setiap Koramil akan dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting. Agar program pencegahan dan penurunan angka stunting di Kutim terlaksana secara masif. Pastinya turut melibatkan Ketua Persit Cabang LVI Kodim 0909/KTM Ny Tantri untuk meningkatkan keterlibatan istri tentara.

“Sebab pencegahan ini harus ditingkatkan secara optimal,” imbuhnya.

Pengukuhan pimpinan TNI di daerah menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting sesuai dengan program yang diprakarsai oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Dilaksanakan dari tingkat Pemerintah Pusat hingga ke tingkat Kabupaten di seluruh Indonesia.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekertaris Kabupaten Rizali Hadi menyampaikan, kegiatan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting merupakan program yang sederhana namun strategis. Adanya program ini akan dapat menurunkan Stunting khususnya di wilayah Kutim.

“Penerus hendaknya memiliki kualitas yang optimal dalam segi fisik dan mental. Bila anak dalam masa pertumbuhan mengalami stunting, dapat menurunkan perkembangannya, baik fisik maupun kemampuan intelektualnya,” jelas Ardiansyah.

Ditambahkan Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Yuliani, angka stunting akan terus diturunkan menjadi 14 persen sesuai instruksi Presiden RI. Dengan sasaran pendampingan untuk kalangan remaja, calon pasangan subur, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang memiliki bayi.

“BKKBN tidak ada henti-hentinya berkolaborasi termasuk har ini dengan TNI. Ini kolaborasi terbaik antara BKKBN, TNI dan mitra kerja (Pemkab Kutim,red). Bapak-Bunda Asuh Anak Stunting ini adalah platform pemangku kepentingan yang akan langsung menyentuh kemasyarakatan selama 6 bulan. Kepada kelompok sasaran, ibu hamil, balita usia 0-59 bulan. Berupa uang atau vitamin dan makanan bergizi lainnya, ayo bersama entaskan stunting secara bersama,” ajaknya. (*/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here