Beranda Pemerintahan Evaluasi 3435 Non 3 T Kutim – Kasmidi: Blank Spot Bisa Segera Teratasi...

Evaluasi 3435 Non 3 T Kutim – Kasmidi: Blank Spot Bisa Segera Teratasi !

93 views
0

Wabup Kasmidi Bulang dalam rapat evaluasi 3455 di Ruang Virtual Kantor Diskominfo Perstik Kutim. Foto: Wahyu/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik) Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat evaluasi program Pembangunan Desa 3435 non 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang kegiatannya saat ini sedang berjalan di wilayah pedesaan Kutim.

Rapat yang berlangsung di Kantor Diskominfo Perstik, Kamis (13/10/2022) pagi ini dipimpin oleh Wabup Kasmidi Bulang. Kemudian dilanjutkan Kadis Kominfo Perstik Ery Mulyadi. Tampak hadir Antonius Verianto, Fay Ramadhan, F Linting dari Telkomsel, Ivansyah dari Indosat dan Yudhi Kurniawan dari Fiber Home. Sementara itu ikut juga secara virtual dari Dirjen Telekomunikasi Kementerian Kominfo RI Muh Ridwan Rauf, Arlina Dwiyana  dan Franke Ann Hirt. 

Wabup Kasmidi Bulang, pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih karena Kutim dapat program pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G dan peningkatan jaringan di 56 lokasi. Dirinya berharap agar selalu terjalin koordinasi dan komunikasi terutama data atau tempat yang akan dibangun. Agar Pemkab Kutim bisa membantu apabila saat di lapangan terutama di desa-desa terjadi kendala. 

“Harapannya jaringan ini bisa cepat terbangun dan area blank spot bisa teratasi,” pesan Kasmidi. 

Sementara itu, ditemui usai rapat evaluasi, Kadis Kominfo Perstik Kutim Ery Mulyadi mengatakan program 3435 non 3 T ini merupakan program dari Kementerian Kominfo yang memberikan penugasan kepada para provider. Untuk membangun daerah-daerah yang masih kesulitan layanan jangkauan telekomunikasi.

“Untuk program tersebut Kutim mendapatkan di 56 lokasi yang akan dilakukan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G dan peningkatan jaringan yang tersebar di 15 kecamatan. 56 tower tersebut terdiri dari 30 tower dibangun Indosat, 18 tower oleh Telkomsel dan 8 tower akan dibangun PT XL untuk mengatasi blank spot,” kata Ery. 

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan, sambung Ery, progresnya saat ini sudah berproses dan sesuai target yang ditetapkan Kementerian Kominfo. Semuanya harus selesai di 2022 ini. 

“Seperti yang disampaikan oleh Dirjen Telekomunikasi Kementerian Kominfo tadi, apabila provider tidak bisa menyelesaikannya maka akan ada sanksi yang diberikan,” beber Ery. 

Dalam rapat evaluasi ini juga terungkap akan ada tambahan pembangunan BTS dari program BAKTI  dan program ini diluar dari program 3435 non 3 T. Dijelaskan, secara karakteristik wilayah sebenarnya Kutim memenuhi kriteria 3 T, karena daerah terluar seperti Sandaran, Busang masih ada yang blank spot. 

“Mudah-mudahan ada tambahan dari program BAKTI, karena masih menunggu penetapannya dari Kementerian Kominfo,” harapnya. 

Kemudian disampaikan juga, Diskominfo Perstik Kutim sudah mengusulkan relokasi pembangunan agar 37 titik blankspot di Kutim bisa tercover melalui program 3435 non 3 T tadi. Intinya pihak provider siap merelokasi sepanjang mendapatkan tugas dari Kementerian Kominfo. (kopi7/kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here