Beranda Uncategorized Tingkatkan Pelayanan Air Bersih Sangkulirang – PDAM, Dinas PU, Bappeda Berkolaborasi

Tingkatkan Pelayanan Air Bersih Sangkulirang – PDAM, Dinas PU, Bappeda Berkolaborasi

70 views
0

SANGATTA– Unit Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah melayani air bersih  di 17 Kecamatan di Kutim. Tinggal satu kecamatan yang belum terlayani air bersih yaitu Sangkunglirang. Sehubungan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim, tahun ini menargetkan pelayanan air bersih di Sangkulirang dapat terpenuhi. 

Hal tersebut dibenarkan Direktur PDAM Kutim Aji Mirni Mawarni saat ditemui usai Coffee Morning, diruang Meranti, Kantor Bupati, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Senin (3/9/2018). Dia menyebut tahun ini Pemkab Kutim dan pihaknya terus melakukan koordinasi untuk memastikan pelayanan air bersih di Sangkulirang bisa terpenuhi dengan baik.

“Unit Layanan PDAM ada dihampir 18 Kecamatan di Kutim, 17 kecamatan sudah terlayani PDAM, hanya satu yang belum. Tahun ini, kita (PDAM) fokus mendamping PU agar Sangkulirang dapat terlayani air bersih,” ungkap Mawar.

Dikatakan Mawar, potensi pelanggan di Kecamatan Sangkulirang cukup potensial. Yaitu mencapai 500-1000 pelanggan. Untuk itu, pihaknya terus fokus untuk mewujudkan keinginan masyarakat Sangkulirang bisa menikmati air bersih.

“Untuk penyediaan air baku akan kita ambil dari Kaliorang. Berdasarkan diskusi dengan PU dan Bappeda, ada dua alternatif, yakni Kaliorang dan Kipi Maloy. Namun berdasarkan perhitungan ekonomis, lebih dekat adalah Kaliorang,” tutur Mawar.

Mawar menjelaskan, Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di Kaliorang berkapasitas 50 liter per detik dan terpakai baru 3 liter per detik. Sehingga masih ada 47 liter perdetik yang belum terpakai. Kapasitas yang masih banyak itulah yang akan disalurkan ke Sangkulirang dengan jarak diatribusi 16 Kilometer.

Lebih jauh disampaikan, Direktur PDAM Aji Mirni Mawarni, cakupan layanan PDAM di Kutim rata-rata masih 30–50 persen. Untuk perkotaan masih mengejar target 80 persen sedangkan pedesaan 60 persen. (hms15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here